WASHINGTON, SENIN — Agresi Rusia ke wilayah Georgia tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja tanpa penjelasan.
Demikian dikatakan Wakil Presiden AS Dick Cheney ketika berbicara dengan Presiden Georgia Mikheil Saakashvili, Minggu (10/8) atau Senin (11/8) waktu Indonesia.
"Wakil presiden menyampaikan rasa solidaritas Amerika Serikat terhadap rakyat dan pemerintah Georgia yang terpilih secara demokratis yang kedaulatan dan integritas wilayahnya terancam," kata Lee Ann McBride, sekretaris pers Cheney mengutip pernyataan Cheney.
Kepada Saakashvili, Cheney mengatakan agresi Rusia tidak boleh dibiarkan tanpa ada penjelasan. "Kalau itu (agresi) berlanjut, akan ada konsekuensi atas hubungannya dengan AS dan komunitas internasional," kata Cheney, dikutip McBride.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Perancis Bernard Kouchner tiba di Tbilisi untuk memimpin tim penengah internasional, Minggu. Ini merupakan misi diplomatik tingkat tinggi pertama yang terbang ke wilayah tersebut dalam upaya menghentikan pertumpahan darah. Misi itu dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Moskow, Senin.
Setelah bertemu Saakashvili, Kouchner mengatakan bahwa penarikan tentara secara terkendali adalah prioritas utamanya.
"Kembali ke meja, perundingan, pembicaraan, penyelesaian politik. Itu lah. Mudah untuk dikatakan, sangat sulit untuk dilaksanakan," kata Kouchner kepada wartawan di Tbilisi.
Pengeboman berlanjut
Sementara itu, dari Georgia dilaporkan bahwa serangan gencar artileri Rusia dilancarkan ke Kota Gori. Di saat yang sama, pasukan darat dan pesawat Rusia bersiap melancarkan serangan ke jantung Georgia.
"Terjadi pemboman gencar terhadap Gori sepanjang malam dan sekarang kami menerima laporan mengenai serangan yang tak terelakkan oleh tank Rsuia," kata Shota Utiashvili, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Rusia.
Gori, yang terletak sekitar 65 kilometer di sebelah barat-laut ibukota Georgia, Tbilisi, tepat berada di sebelah selatan perbatasan dengan wilayah Ossetia Selatan yang memisahkan diri. Ossetia Selatan menjadi medan pertempuran sengit antara pasukan Georgia dan Rusia dalam beberapa hari belakangan.
Gori adalah yang terbesar di antara kota-kota kecil di Georgia yang berada di dekat wilayah itu. Kota ini menjadi penghubung strategis antara Georgia barat dan timur.
Utiashvili mengatakan tentara Rusia sedang mempersiapkan serangan darat. "Mereka belum ada di sana, tapi kelihatannya mereka sedang mempersiapkan diri untuk itu," katanya.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia yang dihubungi melalui telepon mengatakan ia tak dapat mengonfirmasi atau membantah laporan tersebut.
Militer Rusia memasuki Ossetia Selatan pekan lalu untuk mematahkan upaya Georgia guna menguasai kembali provinsi itu, yang memisahkan diri dari kekuasaan pusat dalam suatu perang pada awal 1990-an.