Lisa Rumbewas Menangis Semalaman

Kompas.com - 11/08/2008, 13:05 WIB

Laporan wartawan Kompas Tomy Trinugroho A

BEIJING, SENIN - Gagal meraih medali membuat lifter Lisa Rumbewas tak bisa memejamkan mata. Perempuan kelahiran 10 September 1980 itu menangis semalaman di kamar apartemennya di Perkampungan Atlet Olimpiade 2008.

Lisa, peraih perak Olimpiade Sydney 2000 dan Athena 2004, turun dalam pertandingan angkat besi kelas 53 kilogram putri Olimpiade Beijing 2008, Minggu (10/8). Melakukan angkatan total 206 kilogram, Lisa berada di urutan keempat.

Medali emas kelas 53 kilogram putri diraih J Prapawadee asal Thailand dengan total angkatan 221 kilogram. Jinhee Yoon mendapat perak (213 kilogram), dan perunggu dikantongi Nastassia Novikava asal Belarusia (213 kilogram ).

Ibu Lisa, Ida Aldamina Korwa, Senin (11/8), menceritakan, dia dan Lisa tiba di apartemen atlet sekitar pukul 23.00. Setelah itu, mereka bersiap tidur. Lisa dan ibunya tinggal dalam satu kamar.

Namun, apa yang terjadi adalah Lisa tidak bisa tidur. Kalau pun mencoba untuk memejamkan mata, usahanya itu sia-sia. "Saya kemudian tidur. Tengah malam saya terbangun mendengar Lisa menangis. Saya peluk dia dan bilang bahwa kamu sudah berjuang habis-habisan," ujar Ida.

Dalam tangisnya itu, Lisa menyalahkan Ida karena memberi beban hanya 110 kilogram pada kesempatan angkatan pertama clean & jerk. Akibatnya, Lisa merasa seperti lambat panas. Pada kesempatan kedua, Lisa melakukan angkatan clean & jerk 115 kilogram.

Beban angkatan clean & jerk ditambah menjadi 121 kilogram pada kesempatan ketiga atau terakhir. Sayangnya, Lisa gagal melakukan angkatan clean & jerk tersebut ."Saya disalahkan terus oleh dia. Tidak apa-apa. Paling penting Lisa sudah berusaha sebaik mungkin," jelas Ida.

Senin (11/8) pagi, Ida bangun sejak pukul 06.00. Ia mengajak Lisa sarapan, tetapi lifter putri itu tidak mau. Lisa tampaknya masih terpukul dengan kegagalannya meraih medali. "Kami akhirnya baru sarapan puku 11.00 siang. Lisa tadinya mau berada di kamar terus, namun akhirnya dia mau diajak sarapan," papar Ida.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau