Harga Boleh Turun, Volume Nanjak Tanpa Ampun!

Kompas.com - 11/08/2008, 15:18 WIB

JAKARTA, SENIN — Harga minyak yang melorot memang mesti disiasati. Soalnya, "emas hitam" ini membuat harga komoditas unggulan macam minyak sawit mentah (CPO), kakao, dan karet ikut-ikutan luruh. 

Makanya, pemerintah mendorong peningkatan volume ekspor CPO dan kakao. "Menurut saya, karet tidak akan terlalu turun harganya. CPO memang turun di bawah 800 dollar AS per ton dari 1.100 dollar AS per ton. Tapi kan bisa diatasi dengan peningkatan volumenya," kata Menteri Perdagangan Mari Pangestu seusai membuka Rapat Kerja Departemen Perdagangan 2008 di Jakarta, Senin (11/8).
    
Turunnya harga minyak bumi hingga 115 dollar AS per barrel dari sebelumnya yang menembus harga 140 dollar AS per barrel telah memengaruhi harga ekspor CPO. Namun, menurut Mendag, komoditas lainnya seperti karet tetap tidak terpengaruh.
    
"Yang fluktuasinya paling tinggi itu terjadi pada CPO, tapi di luar itu tidak seperti itu (tidak anjlok harganya). Karet pertumbuhan ekspornya masih tinggi, yaitu sekitar 38 persen,"  jelasnya.  
     
Mari Pangestu mengaku, meski pertumbuhan ekspor nonmigas semester II-2008 tidak sebaik pada semester I yang rata-rata di atas 20 persen, ia tetap optimistis pertumbuhan ekspor minimal 12-14 persen bisa terlampaui. "Semoga dengan realisasi investasi di berbagai bidang dan relokasi pabrik sepatu dari RRC bisa mendorong kinerja ekspor nonmigas," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau