China Bertekad Masuk Tiga Besar Otomotif Dunia

Kompas.com - 11/08/2008, 16:34 WIB

JAKARTA, SENIN - Produk mobil China boleh saja terseok-seok di pasar Indonesia. Namun sebuah laporan  tentang perkembangan industri otomotif di negara tersebut mengatakan, China segera menjadi tiga besar dunia pada  2010.  Menggeser salah satu dari tiga besar negara  penguasa industri otomotif dunia yang kini dipegang Jepang, Amerika Serikat dan Jerman.

Analisa tersebut didasari pertumbuhan ekonomi China yang tinggi dan pesatnya perkembangan inftrastruktur jalan. Dan sekarang ini, sorotan mata dunia sedang tertuju ke negeri tirai bambu dengan jumlah penduduk terbanyak itu bertepatan dilangsungkannya pesta Olimpiade. Dengan asumsi tersebut, para pengamat menilai, China akan mengubah peta industri dan bisnis otomotif  dunia.

Untuk 2008 – 2010 saja, pebisnis kendaraan bermotor di negeri berpenduduk lebih satu miliar itu  memperkirakan, penjualan mobil akan mencapai 33 juta unit. Malah, khusus pada 2010 saja diprediksi menembus 11 juta unit.

Melihat pertumbuhan penjualan yang sangat fenomenal, pemerintah China juga mulai melakukan regulasi ketat terhadap kendaraan yang diproduksi. Antara lain, untuk kota besar seperti Beijing dan Shanghai, kendaraan yang dijual harus memenuhi standar emisi Euro-3. Di samping itu, dengan makin mahalnya harga bahan bakar, produsen mobil diharuskan menekan konsumsi bahan bakar sampai 21% untuk setiap 100 km. Berkenaan dengan lingkungan ini, kendaraan berbahan bakar alternatif seperti BBG, elpiji, hibrida dan listrik, mulai gencar diperkenalkan.

Kebijakan untuk menekan polusi tak hanya dilakukan pada kendaraan roda empat. Sebagai  negara dengan produksi dan penjualan sepeda motor nomor satu di dunia,  industriawan China juga gencar memperkenal sepeda motor listrik.  Hebatnya, kendaraan roda tersebut juga ditawarkan ke konsumen Indonesia. Ini terlihat dari kehadiran beberapa produsen  menawarkan sepeda motor dan skuter listrik  pada “Indonesian Automotive Spare part & Accessories Exhibition”, Minggu kemarin di Pekan Raya Jakarta. (ZBJ)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau