JAKARTA, SENIN - Produk mobil China boleh saja terseok-seok di pasar Indonesia. Namun sebuah laporan tentang perkembangan industri otomotif di negara tersebut mengatakan, China segera menjadi tiga besar dunia pada 2010. Menggeser salah satu dari tiga besar negara penguasa industri otomotif dunia yang kini dipegang Jepang, Amerika Serikat dan Jerman.
Analisa tersebut didasari pertumbuhan ekonomi China yang tinggi dan pesatnya perkembangan inftrastruktur jalan. Dan sekarang ini, sorotan mata dunia sedang tertuju ke negeri tirai bambu dengan jumlah penduduk terbanyak itu bertepatan dilangsungkannya pesta Olimpiade. Dengan asumsi tersebut, para pengamat menilai, China akan mengubah peta industri dan bisnis otomotif dunia.
Untuk 2008 – 2010 saja, pebisnis kendaraan bermotor di negeri berpenduduk lebih satu miliar itu memperkirakan, penjualan mobil akan mencapai 33 juta unit. Malah, khusus pada 2010 saja diprediksi menembus 11 juta unit.
Melihat pertumbuhan penjualan yang sangat fenomenal, pemerintah China juga mulai melakukan regulasi ketat terhadap kendaraan yang diproduksi. Antara lain, untuk kota besar seperti Beijing dan Shanghai, kendaraan yang dijual harus memenuhi standar emisi Euro-3. Di samping itu, dengan makin mahalnya harga bahan bakar, produsen mobil diharuskan menekan konsumsi bahan bakar sampai 21% untuk setiap 100 km. Berkenaan dengan lingkungan ini, kendaraan berbahan bakar alternatif seperti BBG, elpiji, hibrida dan listrik, mulai gencar diperkenalkan.
Kebijakan untuk menekan polusi tak hanya dilakukan pada kendaraan roda empat. Sebagai negara dengan produksi dan penjualan sepeda motor nomor satu di dunia, industriawan China juga gencar memperkenal sepeda motor listrik. Hebatnya, kendaraan roda tersebut juga ditawarkan ke konsumen Indonesia. Ini terlihat dari kehadiran beberapa produsen menawarkan sepeda motor dan skuter listrik pada “Indonesian Automotive Spare part & Accessories Exhibition”, Minggu kemarin di Pekan Raya Jakarta. (ZBJ)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang