Laporan wartawan Kompas Sindy Fathan Mubina
SURABAYA, SENIN- Satu lagi jenasah korban pembunuhan berantai Very Idham Henyansyah alias Ryan dikenali. Ia adalah Grandy Adam. Ia dikenali setelah diperoleh hasil pengujian DNA-nya ternyata cocok dengan DNA yang diambil dari ibunya, Daisy Anette Kairupan.
Hari Senin (11/8), Daisy telah datang ke Kepolisian Daerah Jawa Timur. Ia ditemani dua orang kerabatnya, yakni seorang paman Grandy yang tak mau disebut mananya, serta seorang kerabat Daisy bernama Anggraeni. Mereka bertiga datang untuk mengurus administrasi jasad Grandy.
Menurut Kepala Satuan I Pidana Umum pada Direktorat Reserse Kriminal Polda Jatim Ajun Komisaris Besar Sutanto, hasil tes DNA Daisy memang cocok dengan salah satu jenasah korban pembunuhan Ryan. "Karena cocok, ya jenasahnay akan kita serahkan pada keluarga," katanya.
Menurut ahli forensik dari Instalansi Foresnsik RS Bhayangkara Surabaya, dr Heri Widjatmoko, jenasah Grandy akan diserahkan kepada pihak keluarga, Rabu (1`2/8) besok sekitar pukul 09.00 dalam keeadaan tersimpan di peti mati, berpakaian jas. "Tidak ada prosesi penyerahan seperti sebelumnya," katanya.
Menurut informasi, dari Polda Jatim pihak keluarga akan membawa jenasah Grandy untuk disemayamkan di Jalan Nias Surabaya sebelum akhirnya dimakamkan di TPU Seputih Sukolila Surabaya.
Saat ini, masih ada enam jenasah lagi yang masih menunggu hasil tes DNA dari Mabes Polri. Hasinya diperkirakan baru akan diperoleh pekan depan. Keenam jenasah itu adalah Nanik dan anaknya Silvia Ramadhani, Astoni, Zaki, Mr X, dan Agustinus Fitri Setiawan alias Wawan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang