Taufik Berharap pada Sony

Kompas.com - 11/08/2008, 22:51 WIB

BEIJING, SENIN - Juara Olimpiade Athena 2004, Taufik Hidayat, berharap rekannya Sony Dwi Kuncoro bisa menggantikan posisinya dengan meraih medali emas di Olimpaide Beijing 2008. Ini menyusul kekalahan Taufik dari pemain Malaysia, Wong Choong Hann, di babak 32 besar tunggal putra, Senin (11/8).

"Saya harap juaranya bukan Lin Dan atau Lee Chong Wei, tetapi pemain Indonesia juga. Ini kesempatan terbesar untuk Sony menjadi juara. Kalau menunggu empat tahun lagi akan makin sulit," ujar Taufik.

Pemain yang baru berulang tahun ke-27, 10 Agustus ini mengatakan, Olimpiade ini mungkin menjadi yang terakhir untuknya. "Enggak tahu apa empat tahun lagi masih bisa. Tetapi, seharusnya sudah ada pengganti saya. Kalau tidak ada, berarti pembinaan tidak jalan," ujarnya.

Taufik menyerah dari Wong Choong Hann, 19-21, 16-21, dan kehilangan kesempatan mempertahankan gelar yang diperolehnya tahun lalu. Meski di game pertama mampu mengimbangi lawannya, kondisi Taufik merosot di game kedua dan menyerah lebih mudah.

"Saya memang belum 100 persen fit. Tapi itu bukan alasan. Saya kalah karena Wong Choong Hann main bagus, saya main lebih jelek, dan kondisi saya drop di game kedua," ujar Taufik, yang sebelum berangkat ke Beijing harus menginap di rumah sakit karena demam berdarah.

Taufik, yang mengoleksi hampir semua gelar kecuali turnamen bergengsi All England, belum memutuskan langkah selanjutnya setelah ini, terutama apakah dia akan menggantung raket. "Saya belum bicara dengan pelatih dan keluarga. Tetapi , mungkin saya masih akan mencoba lagi di All England. Saya sudah berulang kali mencoba, tetapi mungkin keberuntungan saya bukan di sana," ujarnya. (WAS)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau