BEIJING, SENIN - Juara Olimpiade Athena 2004, Taufik Hidayat, berharap rekannya Sony Dwi Kuncoro bisa menggantikan posisinya dengan meraih medali emas di Olimpaide Beijing 2008. Ini menyusul kekalahan Taufik dari pemain Malaysia, Wong Choong Hann, di babak 32 besar tunggal putra, Senin (11/8).
"Saya harap juaranya bukan Lin Dan atau Lee Chong Wei, tetapi pemain Indonesia juga. Ini kesempatan terbesar untuk Sony menjadi juara. Kalau menunggu empat tahun lagi akan makin sulit," ujar Taufik.
Pemain yang baru berulang tahun ke-27, 10 Agustus ini mengatakan, Olimpiade ini mungkin menjadi yang terakhir untuknya. "Enggak tahu apa empat tahun lagi masih bisa. Tetapi, seharusnya sudah ada pengganti saya. Kalau tidak ada, berarti pembinaan tidak jalan," ujarnya.
Taufik menyerah dari Wong Choong Hann, 19-21, 16-21, dan kehilangan kesempatan mempertahankan gelar yang diperolehnya tahun lalu. Meski di game pertama mampu mengimbangi lawannya, kondisi Taufik merosot di game kedua dan menyerah lebih mudah.
"Saya memang belum 100 persen fit. Tapi itu bukan alasan. Saya kalah karena Wong Choong Hann main bagus, saya main lebih jelek, dan kondisi saya drop di game kedua," ujar Taufik, yang sebelum berangkat ke Beijing harus menginap di rumah sakit karena demam berdarah.
Taufik, yang mengoleksi hampir semua gelar kecuali turnamen bergengsi All England, belum memutuskan langkah selanjutnya setelah ini, terutama apakah dia akan menggantung raket. "Saya belum bicara dengan pelatih dan keluarga. Tetapi , mungkin saya masih akan mencoba lagi di All England. Saya sudah berulang kali mencoba, tetapi mungkin keberuntungan saya bukan di sana," ujarnya. (WAS)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang