Presiden Saakashvili: Rusia Kuasai Sebagian Besar Georgia

Kompas.com - 12/08/2008, 01:03 WIB

TBILISI, SELASA-Presiden Georgia Mikheil Saakashvili menyatakan bahwa sebagian besar wilayah negaranya telah dikuasi tentara Rusia. "Hampir seluruh wilayah Georgia sudah dikuasai tentara Rusia," ungkap Saakashvili yang disiarkan secara nasional oleh televisi Georgia, Senin waktu setempat atau Selasa WIB.

Dia mengatakan, Georgia sudah menerima sejumlah bantuan kemanusiaan dari berbagai negara. Namun, kata Saakashvili, negaranya membutuhkan bantuan yang lebih banyak lagi. "Kami membutuhkan bantuan yang lebih lagi," katanya.

Saakashvili juga sudah menandatangani surat perjanjian gencatan senjata yang didukung Uni Eropa untuk diserahkan kepada Rusia. Namun, upaya tersebut belum ditanggapi dengan baik karena tentara Rusia terus melancarkan invasi ke wilayah Georgia.

Dari kota Zugdidi, Georgia, dilaporkan bahwa tentara Rusia telah menguasai markas kepolisian. Selain itu, beberapa tentara telah menjadikan kantor pemda setempat sebagai pos penjagaan. Sedangkan tank dan kendaraan militer lainnya, melakukan patroli menjelajahi seluruh kota.

Menyikapi konflik antara Rusia dan Georgia, Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengadakan pertemuan guna membahas kemungkinan pengiriman pasukan penjaga perdamainan PBB

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau