Tak Ada Korban WNI di Ossetia Selatan

Kompas.com - 12/08/2008, 01:10 WIB

JAKARTA, SELASA-Juru Bicara Departemen Luar Negeri RI (Deplu RI) Teuku Faizasyah menyatakan tak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal maupun menjadi korban dalam pertikaian antara Rusia dan Georgia di Provinsi Ossetia Selatan.

Hal itu diungkapkan Teuku Faizasyah saat dihubungi Kompas.com via telepon, Senin (11/8) malam. "Konflik bersenjata itu kan terjadi di sekitar Provinsi Ossetia Selatan yang penduduknya hanya sekitar 70 ribu dan tidak ada warga kita disana, itu kabar dari perwakilan kita di Kiev," kata Faizasyah.

Ia menjelaskan kalau memang ada warga kita yang disana maka perwakilan di Kiev sudah memberi kabar terbaru. "Saya terus pantau kalau memang ada kabar terbaru dari sana. Tapi setahu saya memang tak ada warga kita disana, kan propinsinya juga sedikit penduduknya," kata Faizasyah.

Seperti diberitakan, sejak Minggu (10/8), Rusia memperluas serangan bom ke negara tetangganya yang tak lain sekutu AS, Georgia. Konflik ini telah mengakibatkan sedikitnya 34 ribu orang menjadi pengungsi. Sedangkan jumlah korban tewas dalam konflik militer di Ossetia Selatan dilaporkan sumber BBC, telah mencapai 1.500 orang yang sebagian besar di antaranya adalah warga sipil. (MYS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau