Minyak Turun, Wall Street Hijau

Kompas.com - 12/08/2008, 07:32 WIB

NEW YORK, SENIN — Pasar saham Wall Street AS, Senin (11/8) waktu setempat, atau Selasa pagi WIB, seiring penurunan harga minyak dunia sehingga mengurangi kekhawatiran terhadap inflasi. Pasar mengabaikan berkembangnya konflik antara Rusia dan Georgia.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 48,03 poin atau 0,41 persen ditutup pada 11.782,35. Indeks Standard & Poor’s 500 meningkat 9,0 poin  (0,69 persen) menjadi 1.305,32. Indeks komposit Nasdaq bertambah 25,85 poin (1,07 persen) pada 2.439,95. 
    
Analis Wachovia Securities, Al Goldman, mengatakan, pasar mendapat dukungan karena harga minyak merosot ke posisi terendah 14 pekan di bawah 114 dollar AS per barrel. "Pasar tak menghiraukan eskalasi pertempuran antara Russia dan Georgia. Harga minyak turun di tengah sinyal melambatnya pertumbuhan ekonomi," katnya seperti dikutip AFP.

Dengan mulai berkurangnya laporan laba perusahaan dan tidak adanya berita ekonomi utama, Senin, pasar mengikuti perkembangan pasar berjangka minyak mentah dalam sebagian besar sesi perdagangan, kata para analis Briefing.com.

Pasar saham mengurangi kenaikan awalnya karena kontrak utama minyak New York ditutup sedikit di atas 114 dollar AS, turun 75 sen. "Namun hasil akhirnya tidak sekuat yang dapat terjadi, karena pasar saham memberikan separuh kenaikannya pada perdagangan sore menyusul piluhnya harga minyak dan the Fed (Federal Reserve) mengatakan standar pinjaman telah diperketat," tulis mereka dalam catatan kepada para nasabahnya.
    
"Gabungan penurunan besar harga minyak mentah berjangka, rally dollar AS dan stabilitas di pasar kredit derivatif menyediakan bukti kuat bahwa sebagian masalah utama telah mengikis kepercayaan para investor dan mendorong penurunan harga saham-saham berakhir dalam sebuah jalur naik," kata Frederic Dickson pada DA Davidson & Co.

Di antara saham-saham yang menjadi fokus, raksasa ritel Wal-Mart menguat 1,21 persen menjadi 58,56 dollar AS di tengah mengendurnya kekhawatiran inflasi yang memicu harapan menguatnya belanja konsumen.

Boeing turun 1,83 persen menjadi 66,62 dollar setelah Aviation Week, mengutip sebuah sumber, mengatakan raksasa produsen pesawat terbang itu sedang mempertimbangkan pengunduran diri dari sebuah penawaran kembali untuk sebuah kontrak tanker pengisian bahan bakar Angkatan Udara AS.

Amazon, internet penjualan ritel, naik 9,59 persen menjadi 87,99 dollar AS. Menurut para analis, Citigroup telah menggandakan proyeksi penjualannya pada 2008 untuk buku elektronik Kindle yang diluncurkan Amazon pada November 2007. Sementara Apple naik 2,38 persen pada 173,36 dollar AS, di tengah keberhasilan aplikasi untuk iPhone-nya yang telah melampaui 60 juta downloads.
    
United Parcel Service turun tipis 0,29 persen menjadi 65,51 dollar AS setelah media melaporkan perusahaan logistik global itu tertarik dalam pembelian saingannya TNT.

Sementara harga obligasi turun. Imbal hasil (yield) obligasi negara AS bertenor 10 tahun naik menjadi 4,002 persen dari 3,950 persen, Jumat, sementara yield obligasi negara berjangka 30 tahun meningkat menjadi 4,611 persen dari 4,555 persen. Harga dan yield obligasi bergerak dalam arah berlawanan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau