Sedang Nyedot, Ismail Digerebek

Kompas.com - 12/08/2008, 08:47 WIB

BANJARMASIN, SELASA — Ismail (30) lari ke dapur rumahnya di Jalan 9 Oktober, Gang Jemaah II RT 9, Banjarmasin Selatan, tatkala disatroni petugas Sat I Direktorat Narkoba Polda Kalsel, Senin (11/8) sore.

Tak ayal lagi, ia pun digelandang petugas ke Mako Sat I Direktorat Narkoba Polda Kalsel beserta empat paket sabu yang dibuangnya ke wastafel.

Informasi diperoleh Metro, penangkapan Ismail, yang pernah ditahan 10 bulan pada kasus yang sama, bermula dari informasi yang masuk ke petugas narkoba.

Tak membuang waktu, rombongan polisi yang dipimpin AKP Joko serta Iptu Yusuf meluncur sekitar pukul 18.00 Wita. Setibanya di lokasi, para petugas memanjat pagar rumah.

Saat itu, tersangka melihat kedatangan petugas. Dia langsung lari ke dapur dan membuang sabu ke wastafel. Namun, akhirnya petugas tetap dapat menangkapnya dan menemukan empat bungkus sabu itu. Diduga, serbuk laknat tersebut adalah hasil ‘keuntungan’ bisnisnya.

Ismail yang ditemui di Mako Polda mengaku dengan jujur bahwa ia memang sedang menyedot sabu. “Iya, saya habis nyabu sendirian. Sedikit saja,” katanya jujur seraya mengakui pernah kesandung kasus sama dan dipenjara 10 bulan hingga bebas pada Agustus 2007.

Menurutnya, sabu itu didapat dari seseorang yang mengantar dengan ojek. Ia membeli Rp 1 juta lebih dan akan dijual kembali.

Direktur Narkoba Polda Kalsel Kombes Drs Sukirman, melalui Kasat I AKBP Made Wijana, mengatakan, barang bukti sebanyak empat paket dengan berat sekitar 1,5 gram berhasil diamankan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau