Ryan Tulis Surat untuk "Suami"

Kompas.com - 12/08/2008, 09:29 WIB

JAKARTA, SELASA — Tersangka kasus mutilasi dan pembunuhan berantai, Very Idam Henyansyah alias Ryan (30), dilanda kesepian sejak dijauhkan dari kekasihnya, Novel Andreas. Ryan pun menulis surat kepada Novel yang berisi ungkapan kesepian dan juga harapan agar Novel senantiasa menguatkannya.

Di surat itu, Ryan memanggil Novel dengan sebutan suamiku atau Novi. Isi surat cinta Ryan antara lain, Suamiku.- kuatkan dan bantu aku dalam menghadapi persoalan ini. Suamiku..., sakit hatiku kau tinggalkan aku. Suamiku..., aku sendiri di sini, semua orang takut padaku dan tidak ada yang menjengukku... Suamiku..., aku sangat mencintaimu dan tidak akan mengkhianatimu. Suamiku..., aku ingin kamu memberikan baju lebaran buatku nanti, karena aku di sini sendiri, tiada yang membesuk dan menemaniku.

Seperti diberitakan, sejak pekan lalu tempat penahanan Ryan dan Novel dijauhkan. Novel dipindah ke ruang tahanan Direkrorat Reserse Umum, sedangkan Ryan tetap di Ruang Tahanan Direktorat Narkoba. Di Ruang Tahanan Direktorat Narkoba pula, Panglima FPI Matsuni Kaloko menjalani masa penahanannya sebagai salah satu tersangka insiden Monas.

Dalam beberapa hari terakhir, Ryan mendapat bimbingan rohani dari Matsuni. "Ustadz Matsuni mendapat perintah dari Habieb Rizieq untuk membimbing Ryan. Karena, saat ini Ryan membutuhkan bimbingan rohani," ujar Mustafa Muhammad Bong, Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan (Ekuin) DPP Front Pembela Islam (FPI), seusai membesuk Habieb Rizieq dan pimpinan FPI lainnya yang ditahan di Polda Metro Jaya.

Hingga Senin siang, penyidik Polda Metro Jaya masih menyiapkan rekonstruksi kasus mutilasi Heri Santoso yang dilakukan Ryan di Depok dan Jakarta Selatan. Sejumlah peralatan telah disiapkan, di antaranya boneka karet yang akan dipakai untuk peragaan proses mutilasi Heri Santoso.

Kepala Unit V Satuan Jatanras Polda Metro Jaya Kompol Rudy Reanewal mengatakan, rekonstruksi akan dilakukan setelah penyidik melengkapi berkas pemeriksaan. (Warta Kota/wid)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau