Agar Tahan Di Tengah Krisis, Bisnis Harus Mau Berubah

Kompas.com - 12/08/2008, 20:06 WIB

JAKARTA, SELASA - Bertahan di tengah guncangan krisis moneter memerlukan pengorbanan dan upaya keras. Hanya mereka yang fleksibel, kreatif untuk melakukan perubahan dan memiliki kemampuan memimpin secara tegas yang akan mampu menahan guncangan tersebut.   

Tahun 1996-2000 saat terjadi krisis ekonomi di Indonesia dan Asia, banyak perusahaan yang bangkrut dan menutup usahanya, kata Theresa CY Liong dari Prasetya Mulya di Jakarta, Selasa (12/8).

Theresa CY Liong berhasil meraih gelar doktor dari University of South Australia Internasional Graduated School of Business, Adelaide, Australia, melalui tesis PhD yang berjudul Explaining Success in Indonesia: The Case of PT Martina Berto.

Theresa CY Liong yang melakukan penelitian di perusahaan PT Martina Berto pimpinan pakar kecantikan Martha Tilaar selama 2,5 tahun mendapatkan bahwa perusahaan tersebut mampu bertahan di saat badai moneter 1996-2000 antara lain karena kepemimpinan Martha Tilaar yang lembut namun tegas saat menangani karyawannya yang berjumlah ribuan.

Selain itu, kerja tim yang keras untuk membuat produk-produk baru ternyata mendapat sambutan dari konsumennya. Saat krisis moneter, mereka mengubah produknya dengan memproduksi kosmetik seperti lipstik tiga warna. "Satu lipstik tiga warna, ini tentu sangat ekonomis, " kata Theresa Liong.  

Kemampuan dan kemauan untuk mengubah produk, mengubah strategi produksi dan pemasaran membuat usaha Martha Tilaar bertahan. Terlebih karena krisis moneter, mengakibatkan orang mengonsumsi produk kembali ke alam karena mempertimbangkan faktor biaya yang lebih murah.

Mereka juga memproduksi jamu. Industri jamu berkembang baik karena menggunakan material lokal, jadi tidak perlu impor yang tentu saja mahal harganya, kata Theresa Liong.

Mau berubah dan kreatif adalah kunci sukses. Mengapa perubahan diperlukan? Orang biasanya tidak merasa nyaman dan aman untuk berubah. Tapi mereka memilih untuk berubah terutama dari segi jenis-jenis produk karena menyesuaikan dengan kondisi krisis, kata Theresa Liong.

Perubahan tentu tidak mudah. Perlu menyiapkan sumber daya manusia untuk perubahan atau restrukturisasi tersebut. Selain itu, teknologi juga perlu ditingkatkan, keterampilan-keterampilan baru juga harus menguasai teknologi baru.

Setelah satu hingga dua tahun perubahan, harus dipastikan semua orang di perusahaan tersebut tetap konsisten memelihara perubahan tersebut. "Di sini pelajaran yang bisa diambil, orang harus sadar untuk berubah supaya tetap survive, " ucap Theresa Liong.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau