JAKARTA, RABU - Pemerintah dalam waktu dekat akan melaksanakan penandatanganan sebanyak dua kontrak blok gas metana batubara (coal bed methane/CBM). Dirjen Migas Departemen ESDM Evita Herawati Legowo usai pembukaan Rapat Koordinasi Teknis Tentara Manunggal Masuk Desa di Jakarta, Rabu (13/8) mengatakan, kedua blok CBM itu menyusul tiga lainnya yang sudah ditandatangani tahun ini.
"Kami targetkan tahun ini ditandatangani sebanyak lima blok CBM," katanya seraya menambahkan bahwa penandatanganannya hanya tinggal menunggu waktu Menteri ESDM saja.
Namun, ia mengaku tidak ingat nama kedua blok CBM tersebut, hanya saja lokasinya berada di Kalsel dan Sumsel. Menurut Evita, perusahaan yang akan mengelola blok berasal dari dalam negeri. Potensi blok CBM di Indonesia cukup besar, sehingga menarik bagi investor. Indonesia diperkirakan memiliki sumber daya CBM mencapai 450 triliun kaki kubik (TCF).
Ketiga kontrak CBM yang sebelumnya ditandatangani adalah Blok Sekayu, Sumsel dengan konsorsium PT Medco CBM Sekayu dan South Sumatra Energy Inc, Indragiri Hulu, Riau dengan konsorsium PT Samantaka Mineral Prima, dan Bentian Besar, Kaltim dengan PT Ridlatama Mining Utama.
Bagi hasil Blok Sekayu dan Bentian adalah 55 persen pemerintah dan 45 persen kontraktor, sedang Indragiri Hulu 60 persen pemerintah dan 40 persen kontraktor.
Kelima perusahaan atau konsorsium itu memenangi lelang blok CBM melalui penawaran langsung dengan sebelumnya melakukan studi bersama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang