SEMARANG, KOMPAS - Orang yang hidup dengan epilepsi atau ODE di seluruh dunia berjumlah 50 juta orang dan 1,5 juta di antaranya di Indonesia. Dari jumlah tersebut, lebih dari seperempatnya atau hampir 400.000 orang tidak bisa lagi diobati. Satu-satunya cara penyembuhan penderita epilepsi adalah bedah syaraf.
"Sekitar 300.000-400.000 penderita epilepsi atau penyakit ayan di Indonesia telah kebal obat. Mereka hanya bisa disembuhkan dengan bedah syaraf," ujar Prof Dr dr Zainal Muttaqin SpBS pada pengangkatan dirinya sebagai Guru Besar Bedah Syaraf Universitas Diponegoro di Ruang Sidang Rektorat Undip Pleburan, Semarang, Selasa (12/8).
Zainal mencatat, sejak tahun 2001 hingga Desember 2007, ia telah menerima 170 pasien untuk menjalani bedah epilepsi. Pada 2007, jumlah pasien yang dioperasi mencapai 47 orang.
"Trennya selalu meningkat, bahkan untuk tahun 2008, setiap bulan ada empat sampai lima orang," katanya.
Dia berencana mendirikan Pusat Rujukan Nasional untuk Epilepsi bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Undip, RS Kariadi, dan Departemen Kesehatan.
Zaenal mengakui, tidak semua pasien yang telah menjalani operasi akan sembuh total. "Di dunia saja, baru 60-70 persen pasien saja yang bebas kejang, 8-10 persen pasien tidak bisa disembuhkan setelah operasi," ujarnya seraya menyebutkan biaya operasi Rp 6 juta hingga Rp 30 juta tergantung kelasnya. (*)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang