Adie Massardi Kembali Diperiksa Mabes Polri

Kompas.com - 13/08/2008, 16:07 WIB

JAKARTA, RABU - Mantan jubir Presiden Gus Dur Adie Massardi, Rabu (13/8), kembali diperiksa Bareskrim Mabes Polri terkait kasus unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM yang berakhir anarkis di depan Gedung DPR dan di depan Kampus Atma Jaya, 24 Juni lalu.

Adie diperiksa Bareskrim sebagai saksi Sekjen Komite Bangkit Indonesia (KBI)  Ferry Yuliantono yang telah ditetapkan sebagai tersangka otak dan penyandang dana aksi-aksi anarkis mahasiswa menolak kenaikan harga BBM.

Pemeriksaan Adie ini sudah yang kedua kalinya. "Sebelumnya kan sudah diperiksa. Mungkin kali ini untuk melengkapi berkas Ferry yang masih dikembalikan oleh Kejaksaan Agung karena belum lengkap," ujar Adie sesaat sebelum diperiksa penyidik Bareskrim.

Adie Massardi yang kemarin mengenakan baju batik warna coklat, datang memenuhi panggilan Bareskrim sejak pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Namun ia baru mulai diperiksa setelah makan siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Selain Adie Massardi, polisi juga memeriksa Wahab Talaohu, aktivis 1998, yang juga aktif di KBI. Menurut keterangan Wahab, ia diperiksa terkait dengan rekaman pertemuan para aktivis di Gedung PKBI, Keboyan Baru, Jakarta Selatan, bulan April 2008.

"Tadi belum ada pertanyaan. Baru ditunjukin rekaman pertemuan aktivis untuk membahas kenaikan harga BBM yang akan diumumkan pemerintah. Mungkin baru nanti setelah istirahat diberi pertanyaan," ungkap Wahab saat jeda pemeriksaan untuk makan siang.

Menurut Wahab, pemeriksaan dirinya yang kedua kalinya ini untuk melengkapi berkas pemeriksaan Ferry. "Saya kira ini untuk melengkapi berkas Ferry yang masih dinyatakan P-18 atau belum lengkap oleh Kejaksaan Agung," katanya.

Diakuinya, pertemuan bulan April di gedung PKBI itu menyepakati untuk membuat gerakan massa menyikapi kenaikan harga BBM. "Banyak yang dibahas dan banyak yang hadir, termasuk Dr Rizal Ramli. Ini pertemuan terbuka untuk umum. Salah satu konklusinya, membuat aksi massa untuk menolak kenaikan harga BBM,"jelasnya.  (Persda Network/Sugiyarto)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau