Agar Tak Melenceng, ICW Minta Arah Kasus Dana BI Diwaspadai

Kompas.com - 13/08/2008, 20:36 WIB

JAKARTA, RABU - Koordinator Indonesian Corruption Watch Teten Masduki meminta agar masyarakat mewaspadai arah pengungkapan kasus dana aliran Bank Indonesia di pengadilan maupun di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bisa saja bergeser dari titik awalnya, yaitu kebijakan BI yang kriminal untuk menyuap anggota DPR dan kalangan aparat penegak hukum.

Dari sejumlah bukti dan kesaksian yang ada, baik di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) maupun sejumlah kesaksian di antaranya kesaksian Pak Anwar (Anwar Nasution, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan) belum lama ini menyatakan bahwa kebijakan itu memang untuk menyuap, kata Teten, saat dihubungi Kompas, Rabu (13/8) sore.

Menurut Teten, KPK dan pengadilan harus terus mengarahkan ke sana. Sebab, Dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia atau YPPI sebesar Rp 100 miliar digunakan untuk keperluan yang tidak jelas.

Dari kesaksian Pak Anwar, dana sebesar Rp 68,5 miliar untuk bantuan hukum mantan pejabat BI diduga digunakan untuk menyogok. "Adapun sisanya Rp 31,5 miliar diberikan kepada Komisi IX DPR untuk memperlancar urusan," ujar Teten. Apalagi, tambah Teten, keputusan untuk menyuap apartat hukum dan memperlancar urusan di DPR, dibahas dalam empat kali rapat yang dihadiri jajaran petinggi BI.

Oleh sebab itu, semua petinggi BI harus ikut bertanggung jawab secara kolegial, termasuk Aulia Pohan, yang selalu dilaporkan oleh Rusli (Kepala Biro Gubernur BI) dan Oey (Deputi Direktur di Direktorat Hukum BI). Karena kegiatan kemasyarakatan yang disebut-sebut itu tidak pernah dilakukan, tambah Teten.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau