NEW YORK, RABU - Harga minyak dunia rebound pada Rabu (13/8) waktu setempat, atau Kamis pagi WIB, setelah laporan mingguan pemerintah AS memperlihatkan cadangan bensinnya secara mengejutkan turun tajam di tengah musim puncak permintaan.
Harga minyak berbalik menguat kembali setelah merosot ke posisi terendah empat bulan pada Selasa (12/8), setelah Rusia mengumumkan penghentian operasi militernya di Georgia dan karena Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan permintaan minyak di negara-negara maju turun tajam.
Kontrak utama minyak New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman September, naik kembali 2,99 dollar AS menjadi ditutup pada 116,00 dollar AS per barel. Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman September naik 2,32 dollar AS menjadi mantap pada 113,47 dollar AS per barrel.
Kenaikan harga terakhir terjadi setelah Departemen Energi AS (DoE) melaporkan cadangan bensin AS, atau bahan bakar minyak (BBM) telah turun 6,4 juta barrel dalam pekan yang berakhir 8 Agustus. Para analis telah memprediksi sebuah penurunan hanya 2,0 juta barel.
Cadangan bensin dipantau dengan cermat pada kali ini karena bertepatan liburan musim panas dimana banyak orang Amerika bepergian menggunakan kendaraan bermotor, yang seperti biasanya akan mendorong permintaan BBM naik.
Namun demekian, beberapa analis mengatakan harga minyak kemungkinan akan terus turun, karena permintaan terutama di negara "lapar-minyak" AS, menyusut di tengah turunnya pertumbuhan ekonomi.
Para dealer mengatakan kecemasan gangguan pasokan telah mereda setelah Rusia dan Georgia menyepakai sebuah rencana perdamaian yang diperantarai Prancis, setelah beberapa hari peperangan di Georgia dan melepaskan Ossetia Selatan, Georgia lepas dari pusat konflik.
Masalahnya, di samping menimbulkan korban sipil dan kerusakan ekonomi, konflik juga melemahkan pasar minyak, dan para pedagang memantau dengan cermat perkembangannya.
Raksasa energi Inggris BP mengatakan, pada Selasa, telah menutup saluran pipa minyak regional karena pertempuran tersebut. Namun demikian, pasokan yang dialirkan dari Laut Kaspia ke pasar-pasar di Barat dialihkan ke jalur lainnya.
Pada Selasa, IEA yang berbasis di paris mengatakan bahwa permintaan minyak di 30 ekonomi maju Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), kelompok negara maju, telah mengendur.
Harga minyak telah jatuh dramatis sejak mencapai rekor tertinggi di atas 147 dollar AS sebulan lalu karena pasar mencemaskan melemahnya permintaan dan melambatnya ekonomi glonal.
Tapi, minyak mentah berjangka masih naik 15 persen sejak awal tahun, ketika menembus 100 dollar AS untuk pertama kalinya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang