Tak Ada Emas Dari Tunggal Putera

Kompas.com - 14/08/2008, 11:34 WIB

JAKARTA, KAMIS - Harapan Indonesia memperoleh medali emas dari nomor tunggal putera bulutangkis Olimpiade Beijing 2008 pupus setelah satu-satunya harapan, Sony Dwi Kuncoro kandas di babak perempatfinal, Kamis (14/8)..

Sony yang lolos ke perempat final setelah menang dalam dua babak awal, dikandaskan unggulan 2 dari Malaysia, Lee Chong Wei 9-21, 11-21.

Game pertama berlangsung singkat. Tekanan Chong Wei membuat Sony tidak mampu mengembangkan permainan. Peraih perunggu olimpiade Athena 2004 ini dengan cepat tertinggal 9-14, 9-15, 9-19 dengan berkali-kali melakukan unforced errors. Sony kalah  9-21.

Game kedua, Sony tetap tidak bisa keluar dari tekanan. Dari unggul 6-5 menjadi tertinggal 6-10, 7-10, 7-11, 712, 7-13 dan 9-16. Sony kemudian tertinggal 10-18, sebelum menmabah satu poin menjadi 11-18.

Chong Wei yang tampil dingin menambah satu poin menjadi 19-11 dan mencapai match-point 20-11. Akhirnya harapan Sony meraih medali di olimpiade Beijing sirna setelah kalah 11-21.

Dengan gagalnya Sony, Indonesia gagal mengulang keberhasilan meraih medali emas tunggal putera seperti dilakukan Taufik Hidayat di Olimpiade Athena 2004 lalu. Taufik juga sudah disingkirkan pemain Malaysia lainnya, Wong Choong Hann di babak kedua. (Cay)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau