Pil KB Kacaukan Selera Wanita

Kompas.com - 14/08/2008, 11:36 WIB

PENGGUNAAN pil kontrasepsi memang membantu para wanita mengendalikan dan menyusun program kehamilan mereka. Namun, di luar itu, pil KB juga mampu mengubah pilihan dan selera kaum Hawa terhadap seorang pria.

Seperti dilaporkan sebuah riset di Inggris, pil kontrasepsi dapat memengaruhi keputusan wanita memilih pria mana yang mereka sukai. Seorang wanita biasanya tertarik pada pria yang beraroma atau bau tubuh khas dengan ciri genetik yang berbeda dengan mereka. Akan tetapi, mekanisme ini jadi kacau-balau ketika wanita mengonsumsi pil KB.

Kesimpulan itu diperoleh para ahli dari Universitas Liverpool dan Newcastle yang melakukan uji coba melibatkan 100 wanita. Dimuat dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B, riset menunjukkan bahwa para wanita memilih pasangan berbeda setelah dan sebelum meminum pil antikehamilan.

Menurut teori, kaum Hawa selalu menggunakan indra penciuman dalam menentukan dan mengidentifikasi seorang pia termasuk di antaranya sistem kekebalan dan gen-gen komplementer. Secara naluriah, mereka akan tertarik pada pria yang memiliki gen-gen sistem kekebalan tubuh berbeda dengan dirinya.

Dengan saling "menularkan" gen-gen dan sistem kekebalan tubuh berbeda, sepasang wanita-pria mendapat keuntungan karena akan memperbesar peluang  menghasilkan keturunan sehat dan tak gampang terkena infeksi. Pasangan yang memiliki gen-gen berbeda juga kecil kemungkinannya mengalami problem  kesuburan atau kasus keguguran.

Menurut para ahli, manusia cenderung tertarik pada calon pasangannya setelah mencium aroma atau bau tubuh. Gen-gen dalam molekul Major Histocompatibility Complex (MHC) akan membantu seseorang membangun kemampuan membedakan aroma dan bau tubuh bagaimana berinteraksi dengan bakteri kulit. Dari mekanisme inilah, para ahli percaya bahwa wanita menggunakan kemampuan indra penciuman dalam memilih pria yang disukai.

Pada riset ini, 100 wanita diwajibkan mencium enam sampel aroma tubuh enam pria berbeda dan memilih yang disukai. Percobaan ini dilakukan sebelum dan setelah para wanita meminum pil dengan hasil yang cukup bervariasi.

Hasil penelitian menunjukkan, preferensi atau selera wanita terhadap bau tubuh pasangannya ternyata berubah setelah menggunakan pil kontrasepsi. Para wanita memilih para pria yang memiliki bau atau aroma yang sama dengan mereka.

Para ahli menduga, hasil temuan ini juga berkaitan dengan bagaimana pil kontrasepesi menirukan hadirnya kehamilan pada perempuan. Ketika hamil, kebutuhan wanita untuk memperoleh pasangan yang cocok akan menurun. 

Penelitian ini tidak menjelaskan bagaimana pil kontrasepsi akan memengaruhi pilihan seorang wanita dalam memilih pasangannya. Namun, para ahli berspekulasi bahwa kemungkinan ini juga dipengaruhi perbedaan perilaku yang telah eksis di antara partisipan, baik yang minum pil dan yang tidak, khususnya di antara mereka yang sedang dalam suatu hubungan dan tidak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau