JAKARTA,KAMIS- Kesulitan partai politik memenuhi syarat 30 persen caleg perempuan bukan disebabkan keterbatasan sumber daya manusia perempuan yang berkualitas. Namun disebabkan tidak banyaknya perempuan-perempuan berkualitas yang mau terjun ke dunia politik. Mengapa?
Menurut peneliti Indra J Piliang dari Center for Strategy and International Studies, keengganan akademisi maupun aktivis perempuan untuk terjun ke dunia politik masih disebabkan nilai-nilai budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Masih banyak nilai-nilai di tengah-tengah keluarga yang memandang bahwa perempuan tak perlu ikut-ikutan di dunia politik, dan parahnya memandang bahwa dunia politik adalah dunia yang kotor dan jahat.
"Saya banyak ketemu perempuan berpolitik yang memang bekerja sampai malam, agak repot pasti. Kadang ada yang sampai nggak berkeluarga atau keluarganya kurang setuju. Ini urusan nilai di Indonesia berkaitan dengan perempuan," ujar Indra di Jakarta, Kamis (14/8).
Namun, Indra optimistis terhadap keterlibatan perempuan di dunia politik seiring modernisasi yang berkembang di tengah masyarakat. Modernisasi yang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi perempuan untuk aktif di luar dan menduduki jabatan-jabatan publik.
"Saya kira itu akan memberikan kepercayaan kepada kaum perempuan untuk aktif di parpol," tandas Indra.
Modernitas yang dimaksud Indra misalnya dengan memberikan pendidikan politik kepada keluarga-keluarga bahwa pekerjaan politik itu bukanlah pekerjaan yang negatif, dan dengan memberikan kepercayaan kepada perempuan dengan tidak lagi melibatkan perempuan hanya sebagai penyerta dalam berbagai aktivitas politik.
Namun, sambil menunggu perkembangan yang dihasilkan oleh modernisasi dan proses pendidikan politik bagi masyarakat, parpol hendaknya mulai berfokus kepada caleg-caleg perempuan yang sudah ada. "Dengan keterbatasan termasuk caleg perempuan, parpol bisa mendorong satu atau dua orang secara cepat yang nantinya akan jadi roll model, aktor kreatif untuk memperbaiki image parpol," ujar Indra.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang