Geliat Portal Berita dan Senjakala Blog

Kompas.com - 14/08/2008, 15:15 WIB

Oleh Amir Sodikin

Putaran arus website bertipe portal berita kini sedang kencang-kencangnya. Masing-masing perusahaan yang ingin mengklaim sebagai portal berita ternama terus berbenah. Tak hanya perusahaan, website komunitas, pemerintah, swasta, nonprofit , dan website pribadi melirik tampilan portal berita. Inilah senjakala bagi blog!

Ketika portal Kompas.com berbenah menjadi bentuk yang sekarang ini bisa dinikmati, portal-portal lain juga ikut memperbaiki tampilan halaman depan. Berikutnya juga disusul gelombang euforia mendirikan portal berita oleh perusahaan-perusahaan lain.

Jauh sebelumnya, pertempuran di tingkat software gratis untuk membangun website bertipe Content Management System (CMS) sudah terjadi. Mereka telah matang untuk bermain sebagai software untuk keperluan portal berita.

Blogger akan tetap bekerja mengisi blog-nya. Tapi, penyedia jasa blog gratisan, seperti Blogger.com, lambat laun akan ditinggalkan penggunanya jika tidak segera berubah tampilan.

Entah mengapa, semua merujuk tampilan website-website portal berita sebagai capaian ke depan dan hanya menjadikan tampilan blog yang datar sebagai fasilitas tambahan dan bagian romantika masa lalu saja. Blog masih diperlukan, tetapi hanya untuk keperluan sifatnya personal.

Nurcholis, seorang pendiri CMS Endonesia (www.endonesia.org), bahkan jauh-jauh hari, sekitar tahun 2000, sudah memproklamasikan "say no to blog". Katanya dengan kejam, "Kenapa membangun blog kalau bisa membangun portal? Blog itu mainan anak-anak, mulai sekarang tiap orang bisa memiliki portal."

Berbagai CMS tingkat dunia yang sekarang masih aktif contohnya Drupal, Joomla, Dragonfly, PHP-Nuke, PostNuke, Mambo, dan masih banyak lagi. CMS ini biasanya berbasis bahasa pemrograman PHP dengan database MySQL. Software kategori open source ini gratis digunakan oleh siapa pun, inilah yang mengakibatkan penyebaran CMS ini begitu cepat ke seluruh dunia.

Kemampuan CMS untuk bisa atau cocok digunakan sebagai website portal berita seolah telah menjadi visi bersama dari CMS- CMS yang ada. Karena itu, pertarungan mereka selain membangun platform keamanan yang tinggi, juga bagaimana tampil elegan seperti portal berita.

Yang disebut tampilan berita adalah kemudahan mengelola headline berita, menyusupkan foto-foto dalam berita, kemudahan manaruh banner atau iklan, kecenderungan memakai tampilan tiga kolom, dan penggunaan tab- tab kecil untuk berita-berita terkini non-headline.

Perubahan Wordpress

Kecenderungan migrasi ke tampilan portal sudah terendus di penyedia software ternama untuk blog, Wordpress. Kini, Wordpress juga menjadikan fleksibilitas untuk tampil layaknya portal berita. Maka, beberapa webmaster sering mengolok-olok Wordpress kini mulai "murtad" karena keluar dari "khittah" sebagai software blog.

Tampilan software blog dianggap menjemukan. Maka, lahirlah prakarsa membuat theme (semacam "baju" tampilan website yang bisa diganti-ganti sesuai keinginan) yang cocok untuk berita.

Beberapa yang dominan adalah www.revolutiontheme.com yang membandrol harga theme Wordpress hingga 79,95 dollar AS untuk satu website. Harga ini termasuk mahal untuk harga theme CMS gratisan. Mungkin, inilah harga yang harus dibayar untuk mengoprek software blog menjadi portal berita.

Akan tetapi, jangan khawatir karena selalu ada theme gratisan. Misalnya, www.darrenhoyt.com mengeluarkan Mimbo Magazine. Tampilan ini bisa dilihat pada website komunitas astronomi Indonesia, www.langitselatan.com.

Kemudian, turunan dari Mimbo adalah Branford Magazine yang juga gratis, www.wp-themes.der-prinz.com/magazine/. Dengan lahirnya banyak theme yang menunjang tampilan portal berita, membuat penggemar Wordpress leluasa bermigrasi dari wajah blog yang berkesan zaman dulu menjadi lebih tertata rapi dan bisa tampil ”beda”.

Visi ke depan

CMS "sejuta umat", Joomla, sudah lama memiliki tampilan portal berita ini dengan warna yang lebih variatif dan tableless. Tableless atau tampil dengan wajah tak seperti tabel-tabel dianggap sebagai capaian "tertinggi" dari perwajahan CMS.

Puluhan hingga ratusan software CMS lewat komunitasnya kini "berjuang" untuk bisa menampilkan software-nya secara tableless atau tampil lebih halus tanpa terlihat blok-blok. Dari sisi ini, Joomla memang memimpin dan tidak mengherankan Joomla-lah yang menjadi referensi banyak orang untuk membuat tampilan portal berita. Institusi pemerintah, swasta, partai, dan juga surat kabar Indonesia banyak memanfaatkan Joomla ini.

Apakah aman?

Apakah mereka, software-software CMS itu, aman untuk kepentingan portal berita? Tak ada yang mampu menjamin 100 persen aman. Namun, komunitas CMS yang menyebar di seluruh dunia bisa dijadikan "garansi" kalau software CMS cukup andal untuk digunakan sebagai portal berita. Setidaknya, jika kita kebobolan, bisa berbagi cerita dan bisa minta pertolongan ke komunitas CMS baik di Indonesia maupun di internasional.

Drupal, misalnya, sudah dikenal tingkat keamanannya dan pengalamannya untuk berbagai kepentingan, mulai nonprofit hingga perusahaan komersial. Drupal disukai webmaster karena keandalan dan taksonomi tampilan administrasinya. Namun, untuk pemula, Drupal cukup rumit. Itulah mengapa Joomla lebih dikenal dibanding Drupal.

Jika semua software CMS dan bahkan software blog menjadikan masa depan portal berita sebagai capaian ke depan, bagaimana nasib para blogger? Tak ada kaitannya dengan nasib blogger karena ini hanya persoalan perwajahan dari sebuah software. Akan tetapi, jika Anda belum mempunyai website atau blog, kenapa tidak langsung saja membuat portal berita?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau