Hukuman Mati Tak Efektif Beri Efek Jera

Kompas.com - 14/08/2008, 16:28 WIB

JAKARTA, KAMIS - Hukuman mati sudah tidak sesuai lagi dengan semangat dunia. Bahkan, pada bulan Desember 2007, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengeluarkan resolusi yang mendesak seluruh negara yang masih memberlakukan hukuman mati untuk segera melakukan moratorium.

"Hak hidup adalah hak yang tidak dapat dicabut oleh otoritas negara," kata anggota Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Penghapusan Hukuman Mati Rafendi Djamin, Kamis (14/8).

Rafendi menjelaskan, di dalam sejarah, hukuman mati adalah hukuman yang diterapkan oleh rezim penguasa untuk mendapatkan legitimasi. "Apakah gelombang hukuman mati yang dijatuhkan kejaksaan baru-baru ini adalah upaya untuk mendapatkan legitimasi?" tanya Rafendi.

Di Indonesia, hukuman mati dijatuhkan kepada penjahat narkoba, teroris, dan pembunuhan sadis. Mengenai tujuan efek jera, Rafendi mengatakan tidak sependapat. "Bahkan menurut BNN (Badan Narkotika Nasional), tidak ada korelasi antara hukuman mati dengan penurunan pemakai narkoba," jelasnya.

Hukuman yang paling tepat untuk pelaku kejahatan di atas, menurut Rafendi, adalah hukuman seumur hidup. Saat ini pihaknya telah melakukan sejumlah langkah proaktif untuk menghapus hukuman mati, seperti membentukan opini, melakukan pendidikan dan penyadaran publik, dan memberikan pengaruh terhadap revisi draft KUHP.

"Dalam draft tersebut, persyaratan penjatuhan hukuman mati sudah diperbanyak. Misalnya, bagi terpidana yang telah dijatuhkan hukuman mati, namun belum dieksekusi selama lima tahun, maka hukuman tersebut dihapuskan," katanya.

Draf tersebut juga memungkinkan konversi hukuman mati menjadi hukuman seumur. Hukuman mati juga tidak berlaku bagi wanita hamil dan anak-anak di bawah 18 tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau