JAKARTA, KAMIS - Rupiah Kamis (14/8) sore turun, namun nilainya sedikit membaik dibanding pagi, karena masuknya Bank Indonesia (BI) ke pasar melakukan intervensi. Nilai tukar rupiah bera di posisi Rp 9.176 per dollar AS
"BI masuk ke pasar dengan melepas cadangan dollar AS, sehingga tekanan pasar terhadap rupiah agak berkurang, meski posisi mata uang itu masih tetap tertekan," kata pengamat Pasar Uang, Edwin Sinaga di Jakarta.
Edwin Sinaga mengatakan, rupiah masih tertekan pasar meski tekanannya agak berkurang, sehingga posisinya masih di atas angka Rp 9.150 per dollar AS. Namun sebutnya, posisi ini dinilai masih positif karena berada dibawah angka Rp 9.200 per dollar AS..
"Posisi rupiah pada level itu merupakan keinginan BI yang menilai bahwa rupiah berada dalam kondisi aman apabila berada di bawah angka Rp 9.200 per dollar AS," tambahnya.
Rupiah yang sempat menguat hingga dibawah angka Rp 9.100 per dollar AS. "Namun posisi rupiah itu tidak bertahan lama, setelah harga minyak mentah dunia turun, rupiah terkoreksi, karena pelaku asing dan lokal aktif memburu dollar AS untuk membeli minyak mentah maupun membayar hutang yang telah jatuh tempo," katanya.
Rupiah, lanjut dia masih berpeluang untuk kembali naik sampai akhir tahun ini diperkirakan akan bisa mencapai angka Rp 9.000 per dollar AS, namun mata uang Indonesia itu tertahan oleh gejolak ekonomi global yang melemah.
Apalagi investor asing cenderung meningkatkan investasinya di dalam negeri dengan aktif bermain di pasar uang memberikan berbagai instrumen Bank Indonesia (BI), akibat selisih bunga rupiah terhadap dolar AS yang tinggi. "Kami masih optimis pasar Indonesia masih memberikan gain yang lebih besar dibanding pasar Asia lainnya," katanya.