Miing: Lebih Nikmat Bersama PDIP

Kompas.com - 14/08/2008, 19:21 WIB

JAKARTA, KAMIS - Banyak figur publik yang beramai-ramai masuk ke partai tertentu. Namun, Miing mengaku dirinya lebih nikmat dan berbahagia bersama PDI Perjuangan sebagai pilihan hidupnya berdemokrasi. Lelaki kelahiran 9 Juli 1958 bernama lengkap Tubagus Dedi Suwandi dalam perbincangan dengan Persda Network, Kamis (14/8) mengaku modal populer bukanlah hal yang utama baginya sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2009 mendatang.

"Saya masuk PDIP sejak tahun 2003. Saat ini, saya merasa resah dengan kondisi bangsa sekarang dan ingin berbuat bagi rakyat dengan mengedepankan kompetensi, bukan hanya sekadar mengandalkan kepopuleran," kata Miing yang akan dicalonkan sebagai calon wakil rakyat untuk daerah pemilihan Provinsi Banten I, daerah kelahirannya.

Keresahan inilah yang membuat Miing meneguhkan hatinya untuk masuk, berada dalam satu sistem. Sebagai calon wakil rakyat, Miing mengaku bukanlah target utamanya akan tetapi, bisa ikut berdemokrasi, dipilih dan memilih sudah menjadi suatu kewajiban bagi seorang warga negara yang menjunjung tinggi nasionalisme dan mengedepankan kebhinekaan.

"Kalau dikatakan saya tidak bekerja, ya tidak juga. Sejak lama saya turun, bekerja bagi rakyat. Sekarang, saya memang ingin masuk ke sebuah sistem melalui jalur berdemokrasi dan sekali lagi bukan hanya mengandalkan popularitas saja. Target saya, bukanlah sebuah kedudukan tapi bersikap untuk bangsa ini. Saya bahagia bersama PDI Perjuangan," tutur Miing yang kini dikenal sebagai seroang presenter ini.

"Selama 30 tahun saya selalu mengkritisi dengan tidak masuk dalam sebuah sistem. Setelah masuk, saya berharap bisa lebih banyak mengkritsi, lebih bermakna. Lebih baik berani mengambil sikap dari pada tidak berani mengambil sikap atau keputusan sama sekali. Bung Karno, sebagai tokoh muda ketika itu, tidak pernah berteriak-teriak untuk meminta kesempatan. Akan tetapi berusaha untuk mendapatkan kesempatan," papar Miing.

Sementara itu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan meresmikan dimulainya sosalisasi nomor 28 sebagai nomor urut PDIP dalam pemilu 2009 pada Kamis (28/8) mendatang yang dipusatkan di kantor Sekretariat DPD PDIP Provinsi Lampung. Rencana ini dibarengi dengan kegiatan Megawati Soekarnoputri bersilaturahmi dengan masyarakat Lampung.

Dalam rapat pleno yang dipimpin Megawati Soekarnoputri tersebut juga memutuskan bahwa peresmian nomor urut PDIP dalam perhelatan demokrasi tahun depan tersebut akan dilakukan secara serentak di seluruh kantor Sekretariat DPD PDIP se-Indonesia. (Persda Network/yat)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau