Tak Sengaja, Tentara Etiopia Bunuh Lima Warga Sipil

Kompas.com - 15/08/2008, 05:06 WIB

MOGADISHU, KAMIS — Pasukan Etiopia secara tak sengaja membunuh lima warga sipil Somalia dan melukai tujuh orang lainnya ketika mereka melepaskan tembakan di sebuah minibus di selatan Mogadishu. Hal ini dikatakan saksi mata, Kamis (14/8) waktu setempat.
   
Sebelum kejadian itu, tentara Etiopia telah diserang oleh gerilyawan Islam, dan tampaknya mereka salah menduga minibus yang membawa warga sipil—yang melakukan perjalanan ke selatan dari Mogadishu ke Wanlaweyn—sebagai musuh, kata saksi.
   
"Mereka telah diserang oleh gerilyawan beberapa jam sebelum mereka menembaki bus itu. Mayat kelima warga sipil yang tewas dalam insiden itu telah dibawa ke Wanlaweyn," ujar sesepuh setempat, Adan Nur Jisow.

Beberapa saksi mengatakan, sopir bus selamat, tapi tujuh orang lainnya luka-luka. "Sopir itu mengatakan pada saya bahwa pasukan Etiopia telah memberondongkan tembakan pada minibus itu. Waktu itu gelap dan mungkin mereka tidak dapat mengenali apakah mereka itu gerilyawan atau warga sipil," ujar saksi Mohamed Sheikh Yusuf.
   
Tentara Etiopia telah menyerang Somalia pada akhir 2006 untuk menolong pemerintah sementara Somalia yang diperangi dan mengusir milisi Islam yang menguasai sebagian besar negara Tanduk Afrika itu.

Milisi Islam sejak itu kembali melakukan perang gerilya dan menyerang pasukan Pemerintah Somalia, tentara Etiopia, dan penjaga perdamaian Uni Afrika hampir tiap hari.

Warga sipil telah menanggung pukulan paling berat dari konflik brutal itu. Menurut kelompok hak asasi manusia dan organisasi bantuan internasional, sedikitnya 6.000 orang tewas dalam setahun terakhir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau