MOGADISHU, KAMIS — Pasukan Etiopia secara tak sengaja membunuh lima warga sipil Somalia dan melukai tujuh orang lainnya ketika mereka melepaskan tembakan di sebuah minibus di selatan Mogadishu. Hal ini dikatakan saksi mata, Kamis (14/8) waktu setempat.
Sebelum kejadian itu, tentara Etiopia telah diserang oleh gerilyawan Islam, dan tampaknya mereka salah menduga minibus yang membawa warga sipil—yang melakukan perjalanan ke selatan dari Mogadishu ke Wanlaweyn—sebagai musuh, kata saksi.
"Mereka telah diserang oleh gerilyawan beberapa jam sebelum mereka menembaki bus itu. Mayat kelima warga sipil yang tewas dalam insiden itu telah dibawa ke Wanlaweyn," ujar sesepuh setempat, Adan Nur Jisow.
Beberapa saksi mengatakan, sopir bus selamat, tapi tujuh orang lainnya luka-luka. "Sopir itu mengatakan pada saya bahwa pasukan Etiopia telah memberondongkan tembakan pada minibus itu. Waktu itu gelap dan mungkin mereka tidak dapat mengenali apakah mereka itu gerilyawan atau warga sipil," ujar saksi Mohamed Sheikh Yusuf.
Tentara Etiopia telah menyerang Somalia pada akhir 2006 untuk menolong pemerintah sementara Somalia yang diperangi dan mengusir milisi Islam yang menguasai sebagian besar negara Tanduk Afrika itu.
Milisi Islam sejak itu kembali melakukan perang gerilya dan menyerang pasukan Pemerintah Somalia, tentara Etiopia, dan penjaga perdamaian Uni Afrika hampir tiap hari.
Warga sipil telah menanggung pukulan paling berat dari konflik brutal itu. Menurut kelompok hak asasi manusia dan organisasi bantuan internasional, sedikitnya 6.000 orang tewas dalam setahun terakhir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang