Tahun lalu Bicara Aceh, Tahun ini Harusnya Papua

Kompas.com - 15/08/2008, 08:02 WIB

Laporan wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, JUMAT - Pada pidato kenegaraan tahun ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diharapkan menyinggung dan memberikan perhatian atas situasi dan kondisi di Papua. Berbagai situasi terakhir di provinsi tersebut harus mendapatkan respon pemerintah. Terutama soal keamanan terkait HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM).

"Masalah keamanan, harus menjadi perhatian. Terutama di Papuas, kita tahu menjelang HUT OPM kan. Tapi saya kira ini masalah yang harus dilihat dari sisi luar negeri, apalagi kongres AS mengirimkan surat soal OPM itu. Harus ada pernyataan sikap yang tegas dari Presiden. Tahun lalu bicara Aceh, tahun ini harusnya bicara Papua. Papua juga butuh perhatian," kata Direktur Centre for Strategic & International Studies, Indra Jaya Piliang, Kamis (14/8).

Persoalan lainnya, pemerintah harus bisa memberikan jaminan untuk mengantisipasi gelombang krisis sosial akibat krisis energi yang diperkirakan semakin parah tahun depan. "Dan yang penting, apakah ada kenaikan BBM atau tidak di tahun 2009. Presiden harus memberikan sinyal yang jelas," lanjut Indra.

Dalam bidang politik, diprediksi akan terjadi turbulensi politik yang kencang menjelang Pemilu 2009. Terkait hal ini, pemerintah menurut Indra harus bisa memberikan perspektif antisipasi. "Presiden sudah menunjukkan itu, dengan menyatakan akan mempertahankan pemerintahan ini untuk menjaga stabilitas politik. Selain itu, akan banyak juga hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi dan akan menimbulkan gejolak. Misalnya dalam waktu dekat puasa, lebaran, natal, tahun baru, dan lain-lain. Pemerintah harus menjelaskan, apa yang akan dilakukan untuk menjaga kestabilan kondisi," kata dia. (ING)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau