JAKARTA, JUMAT - Pertumbuhan ekonomi yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II tahun 2008 mencapai 2,4 persen dibanding Triwulan I 2008. Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2007, mengalami pertumbuhan 6,4 persen. "Secara kumulatif pertumbuhan ekonomi semester I 2008 dibanding semester I 2007 tumbuh sebesar 6,4 persen," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Slamet Sutomo, di gedung Badan Pusat Statistik (BPS), Kamis (14/8) kemarin.
Slamet mengatakan, laju pertumbuhan ekonomi (q to q) triwulan II ini lebih tinggi dibanding triwulan I 2008 yang hanya 2,19 persen. Laju perumbuhan ekonomi (y on y) Triwulan II, 6,39 persen, lebih tinggi dibanging triwulan I 2008, 6,32persen. Laju pertumbuhan ekonomi (c to c) Triwulan II 2008, 6,36 persen, lebih tinggi dibandingkan Triwulan I 2008, 6,32 persen.
Tiga sektor yang mengalami pertubuhan tertinggi (q to q) adalah sektor pertanian 5,1 persen. sektor pngangkutan dan komunikasi 4,1 persen dan sektor listrik gas dan air bersih 3,6 persen. Sementara untuk pertumbuhan (y on y) sektor pengangkatan dan komunikasi tumbuh 19,6 persen. Sektor llistrik, gas,dan air bersih 11,2 persen dan sektor keuangan,real estate dan jasa perusahaan 8,7 persen.
Struktur PDB Triwulan II 2008 masih didominasi oleh sektor industri, sektor pertanian dan sektor perdagangan, hotel dan restoran masing-masing meberikan konstribusi 27,3 persen, 14,7 persen, 14, 3 persen.
Struktur perekonomian Indonesia masih didominasi Pulau jawa yang meberikan kontribusi terhadap PDB Nasional 57,7 persen, dan diikuti dengna Pulau Sumatera 24,2 persen, Pulau Kalimantan 9,9 persen, dan Pulau Sulawesi 4,1 persen, serta sisanya 4,3 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang