Presiden: Negara Tidak Boleh Kalah dengan Anarkisme!

Kompas.com - 15/08/2008, 10:34 WIB

Laporan wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, JUMAT — Salah satu hal yang menjadi topik Pidato Kenegaraan dan Laporan Nota Keuangan yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah mengenai tahun politik menjelang Pemilu 2009.

Presiden mengatakan, saat ini telah memasuki tahun politik yang berarti bahwa Indonesia memasuki masa di mana demokrasi diuji. Tahun 2009 akan ada dua perhelatan demokrasi besar, yakni Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden. Dalam hal berdemokrasi, Presiden juga mengajak masyarakat Indonesia menjalankan hak-hak demokrasi dan kebebasan dengan menghargai hak-hak dan kebebasan orang lain, serta menghargai ketertiban dan pranata hukum. Ditegaskannya, tidak ada tempat bagi anarki.

"Demokrasi terlalu berharga untuk dirusak oleh anarki. Pada kesempatan ini, saya tegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dan tidak akan kalah terhadap anarkisme dan kekerasan," ungkap Kepala Negara dalam Pidato Kenegaraannya di Gedung DPR, Jumat (15/8).

Tahun 2009 juga merupakan tahun ujian bagi demokrasi di Indonesia. "Demokrasi kita kembali diuji. Apakah kita bisa melampaui tahun pemilu dengan baik dan damai? Saya rasa kita sepakat untuk menjawabnya: Bisa! Kita Bisa! Marilah kita kembali menjawab tantangan sejarah ini dengan menjadikan Indonesia sebagai demokrasi yang pantas dicontoh oleh dunia," papar Presiden.

Menurut Presiden, Pemilu 2004 yang terselenggara dengan aman, tertib, jujur, dan adil sudah menjadi bukti prestasi Indonesia pada dunia. Presiden berharap, prestasi itu bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan pada Pemilu 2009. "Pemilu 2009 harus kita sukseskan sehingga amanah rakyat benar-benar dapat diwujudkan, yaitu parlemen dan pemerintahan yang bersih dan efektif. Tentu saja, untuk mewujudkan hal itu kita semua harus menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, yaitu kebebasan berpendapat termasuk berpolitik. Namun, tetap dengan landasan etika dan aturan main, serta atas dasar kepentingan bersama. Berani menerima kemenangan dan berani menerima kekalahan secara kesatria," ujarnya. (ING)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau