Harapan Maria Kristin Tinggal Perunggu

Kompas.com - 15/08/2008, 11:45 WIB

BEIJING, JUMAT - Hilang sudah harapan Indonesia meraih emas tunggal putri bulu tangkis Olimpiade Beijing. Satu-satunya atlet tanah air, Maria Kristin gagal melangkah ke final setelah dikalahkan pemain senior China, Zhang Ning, dua game langsung, Jumat (15/8).

Meski menyandang status pemain underdog, Maria mampu memberi perlawanan hingga paruh game pertama. Saat tertinggal 8-11, Maria berhasil memaksa lawannya mengejar bola ke tengah lapangan dan Zhang Ning gagal menyeberangkan bola. Namun, Zhang Ning yang diunggulkan di tempat kedua mampu membaca permainan tersebut dan menyudahi permainan dengan 21-15.

Kejar-kejaran angka kembali terjadi di game kedua. Maria kembali mempraktikkan permainan reli yang dikombinasi drop shot silang yang tajam dan sempat memimpin 5-3. Namun, Zhang Ning yang berusia sepuluh tahun lebih tua melawannya dengan menyamakan kedudukan hingga 14-14 dan kemudian meraih lima poin berturut-turut. Game kedua ini akhirnya dimenangkan pemain China dengan 21-15.

Meski kalah, Maria masih punya kesempatan meraih medali perunggu. Lawan yang akan dihadapinya adalah pemain tuan rumah, Lu Lan, yang dikalahkan unggulan pertama Xie Xingfang dengan 7-21, 21-10, 21-12. Partai perebutan perunggu ini akan berlangsung pada Sabtu (16/8). Pertandingan ini sekaligus memastikan partai final sesama pemain China antara Xie Xingfang dan Zhang Ning.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau