Susy: China Tertolong Maria Kristin

Kompas.com - 15/08/2008, 12:57 WIB

JAKARTA, JUMAT - Legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti mengatakan seharusnya tim China berterimakasih kepada pemain tunggal Indonesia, Maria Kristin Yuilianti.

Maria Kristin disingkirkan pemain China, Zhang Ning di babak semifinal Olimpiade Beijing 2008, Jumat (15/8). Meski berjuang keras, Maria dikalahkan peraih medali emas Olimpiada Athena ini dalam dua game 15-21 15-21.

"Apa yang dilakukan Maria sudah maksimal.  Ini prestasi tertinggi dia, apalagi dia merupakan satu-satunya pemain puteri di luar China yang masuk semifinal Olimpiade," kata Susy kepada Kompas.com, Jumat (15/8).

Menurut Susy yang meraih medali emas di Olimpiade  Barcelona 1992 dan perunggu di olimpiade Atlanta 1996 ini, sebenarnya Maria Kristin telah menolong kubu China. "Di babak sebelumnya, Maria mengalahkan pemain Denmark Tine Rasmussen. Pemain Denmark inilah yang sebenarnya sangat ditakuti kubu China," kata Susy.

Namun Susy menganggap pencapaian di Olimpiade Beijing menunjukkan Maria Kristin mulai mencapai tahap kematangan sebagai pemain. "Saya rasa ia telah mencapai tahap di mana ia sudah bisa mengukur  bagaimana menghadapi lawan-lawan yang berbeda," katanya. "Nanti ia akan mencapai tahap bisa membawa lawannya mengikuti gaya permainannya."

Susy berharap Maria Kristin mampu meraih medali perunggu saat menghadapi tunggal China lainnya, Lu Lan, Sabtu.  "Yang saya lihat Maria ini mentalnya bagus, tidak takut kalah.  Dia harus membuat dukungan penonton justru akan menjadi tekanan buat pemain China itu."

Mengenai babak final tunggal puteri antara Xie Xingfang dan Zhang Ning, menurut Susy akan berlangsung ketat.  Keduanya memiliki keinginan kuat untuk juara, meski dengan alasan berbeda. "Zhang Ning pasti ingin mempertahankan medali emas yang diraihnya di Athena. Di usia 33, ia pasti ingin juara untuk mengejar hadiah dan bonus yang akan menjamin hidupnya saat pensiun sebagai pemain," kata Susy.

Sementara buat Xingfang, ia melihat pemain utama China ini akan termotivasi untuk membuat prestasi puncak di saat ia masih muda. "Apalagi saya baca ia ingin meraih medali emas bersama-sama pacarnya, Lin dan. ia ingin  mengulangi apa yang saya lakukan bersama Alan di Olimpiade Barcelona."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau