Target Ekspor Nonmigas Minimal 13,5 Persen

Kompas.com - 15/08/2008, 14:58 WIB

JAKARTA, JUMAT - Menteri Perdagangan Mari Elka mengatakan target ekspor nonmigas 13,5 persen dalam Rancangan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2009 merupakan target minimal yang bisa dicapai mengingat pertumbuhan pasar regional masih dinilai positif. "Pasar regional pertumbuhannya masih positif. Target ekspor nonmigas 13,5 persen itu kita anggap target minimum saja,"ujar Mari usai mengikuti pidato kenegaraan Presiden untuk menyampaikan RUU APBN 2009 yang disertai Nota Keuangan di depan Rapat Paripurna DPR di Komplek MPR/DPR/DPD di Jakarta, Jumat (15/8)

Menurut Mendag, perkembangan perekonomian dunia pada semester II 2008 masih diwarnai ketidakpastian terutama harga komoditi yang diperkirakan masih akan berfluktuasi. "Jadi lebih baik kita mencari target konservatif lah...bukan pesimis," ujarnya.

Pertumbuhan ekspor nonmigas 2008 diprediksi sebesar 12-14,5 persen. Selama semester I 2008 ekspor tumbuh rata-rata di atas 20 persen. Kinerja ekspor tersebut salah satunya didorong oleh ekspor minyak sawit mentah (CPO) yang harganya meroket hingga 1.200 dolar per ton selama semester I 2008.

Meski akan ada banyak hambatan nontarif berupa aturan ekspor yang ketat ke negara tujuan utama (Uni Eropa), namun Mendag optimistis UE tetap menjadi salah satu pasar terbesar CPO Indonesia.   "Itu bisa diatasi dengan promosi yang terkoordinasi antara Deptan, Depdag dan Deplu. Kita usahakan agar tidak terjadi diskriminasi terhadap produk ekspor kita," katanya.

Pertumbuhan ekspor 2009, selain dipengaruhi oleh kondisi perekonomian dunia yang tidak menentu juga tergantung perkembangan realisasi investasi tahun ini. "Kita harus melihat prospek perekonomian dunia dan realisasi investasi. Intinya prospek ekspor untuk otomotif dan lainnya masih baik tahun ini tapi untuk tahun depan kaitannya dengan investasi tahun ini harus meningkat untuk bisa meningkatkan ekspor tahun depan," jelasnya.

Dalam pidatonya, Presiden mengatakan target investasi 2009 12,1 persen. Menurut Mari, target pertumbuhan investasi 2009 tidak berbeda dengan target tahun ini kerena kondisi perekonomian dunia yang diperkirakan masih penuh ketidakpastian. "Itu cerminan bahwa kita memahami keadaan eksternal dunia kan banyak ketidakpastian," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau