BEIJING, JUMAT - Rafael Nadal semakin dekat dengan impiannya untuk meraih medali emas cabang olahraga tenis di Olimpiade Beijing 2008. Pasalnya, petenis Spanyol tersebut memastikan diri maju ke final tunggal putra setelah menaklukkan rival terberatnya, Novak Djokovic.
Pada partai semifinal yang berlangsung Jumat (15/8) malam, Nadal harus bekerja ekstra keras sebelum meraih kemenangan rubber set, 6-4 1-6 dan 6-4. Di partai puncak pesta olahraga terbesar di dunia tersebut, Nadal akan bertemu dengan petenis Chili, Fernando Gonzalez, yang pada Jumat siang menaklukkan petenis Amerika Serikat, James Blake.
Kesuksesannya maju ke final membuat Nadal sudah pasti meraih medali perak. Ini tentu saja menjadi sumbangan yang sangat berarti bagi kontingen Spanyol yang sejauh ini baru meraih satu emas dan satu perunggu.
Di sisi lain, medali Olimpiade yang akan diterima merupakan raihan pertama Nadal sepanjang kariernya. Namun, menjadi juara tentu saja menjadi lebih sempurna karena penghargaan medali emas akan melengkapi kesuksesannya sebagai petenis nomor satu dunia yang mulai disandang Senin (17/8)--dia menggeser posisi Roger Federer yang selama 4,5 tahun menjadi petenis nomor satu dunia.
Melawan Djokovic yang merupakan petenis nomor tiga dunia, Nadal kelihatan bakal menang mudah karena pada set pertama dia nyaris tak terbendung dan sempat unggul 5-2. Namun, Djokovic pantang menyerah dan bisa mengejarnya menjadi 5-4, sebelum Nadal mengakhirinya saat memegang servis.
Pada set kedua, Nadal seperti kehabisan bensin. Sebaliknya, Djokovic tancap gas dan tak memberikan kesempatan kepada lawannya tersebut untuk mengembangkan permainan. Alhasil, petenis andalan Serbia tersebut menang mudah karena menyudahi set kedua dengan skor 6-1.
Kedudukan 1-1 membuat set ketiga yang merupakan partai penentu berlangsung sangat menegangkan dan seru. Kejar-mengejar poin pun berlangsung karena siapa yang memegang servis pasti memenangkan game tersebut.
Namun saat kedudukan 5-4, Djokovic yang memegang servis tak bisa mengontrol emosi. Setelah melakukan dua kali smash dan bisa dikembalikan, dia membuat kesalahan fatal karena bola voli yang dilakukan di depan net jatuh di luar lapangan permainan. Tak ayal, Nadal pun langsung rebah untuk merayakan keberhasilannya maju ke final. (AP/LOU)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang