Laporan wartawan Kompas Helena F Nababan
BANDAR LAMPUNG, SABTU- Kepolisian Kota Besar Bandar Lampung, Sabtu (16/8) siang ini tengah memeriksa orang-orang yang berperan dalam tabrakan antara KA Limex Sriwijaya dan KA Babaranjang (Batubara rangkaian panjang) yang terjadi pagi tadi.
Mereka adalah masinis dan kondektur KA Limex maupu KA Babaranjang, petugas pengatur perjalanan kereta api di Stasiun Rejosari maupun Stasiun Labuhan Ratu.
Kepala Poltabes Bandar Lampung Ajun Komisaris Besar Syauqi Ahmad menyatakan, mereka yang diperiksa adalah masinis Limex Subandrio, asisten masinis M Utomo, dan kondektur Akmal. Sedangkan dari KA Babaranjang yang diperiksa adalah masinis Supangat, asisten masinis Puryanto, dan kondektur Effendi.
Dari pelaksana kereta api yang diperiksa adalah Sakirman (Stasiun Rejosari) dan Eko (Stasiun Labuhan Ratu). Sakirmanlah yang memberikan izin bagi KA Limex terus melaju di jalur dua menuju Stasiun Tanjungkarang.
"Kami menargetkan mampu menyelesaikan hari ini semua pemeriksaan, sehingga kami bisa segera menetapkan tersangka," kata Syauqi.
Selain melakukan penyelidikan atas kecelakaan yang menewaskan sembilan orang itu, pihak kepolisian saat ini juga masih bekerja keras memotong gerbong paling depan KA Limex yang ringsek berat, agar jalur bisa kembali dilintasi dengan lancar.
Jalur ini setiap hari dilintasi 24 KA pengangkut batubara, dua kereta pengangkut semen, rangkaian kereta pengangkut pupuk, dan rangkaian pengangkut pulp. Di jalur itu juga dilintasi satu rangkaian KA Limex, kereta ekonomi tujuan Rajabasa, dan empat rangkaian KRD Ruwai-Jurai.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang