Polisi Identifikasi Tujuh Korban Tabrakan KA

Kompas.com - 16/08/2008, 17:13 WIB

Laporan Wartawan Kompas Helena Fransisca

BANDAR LAMPUNG, SABTU - Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Bandar Lampung berhasil mengidentifikasi tujuh nama korban dari sembilan korban meninggal akibat tabrakan kereta Limex Sriwijaya dengan Kereta Batubara Rangkaian Panjang, Sabtu (16/8) pukul 07.45.

"Meski kami berhasil mengidentifikasi tujuh nama, ada satu nama korban yang belum berhasil kami identifikasi. Kami masih mengecek," ujar Kapoltabes Bandar Lampung, Komisaris Besar Syauqie Achmad, Sabtu (16/8) sore.

Nama-nama korban meninggal dunia yang berhasil diidentifikasi tersebut adalah Sukirman (55) warga Bandar Lampung, Usman (40), Budi Santoso (25) warga Lampung Selatan, Wahit (38) warga Baturaja, Wiratno (49) warga Bandar Lampung, Zulkarnain (40) warga Palembang, dan Yusuf (50) warga Palembang.

Satu korban yang diduga meninggal dunia bernama Suparmin (40) dan mengalami luka berat berupa putus kedua tangannya dan kehilangan banyak darah ternyata berhasil diselamatkan. "Untuk satu nama yang diindikasi sebagai korban meninggal tambahan, masih kami selidiki. Kemungkinan itu dobel nama," lanjut Syauqie.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau