BANDUNG, SABTU - Ketua Umum Persib yang juga Wali Kota terpilih Bandung, Dada Rosada mengaku timnya membutuhkan dukungan dari bobotoh (sebutan suporter Persib) untuk hadir di stadion. Kehadiran penonton dinilai pemain bisa menambah motivasi.
"Saya senang sekali dengan kemenangan kali ini. Meskipun begitu, Persib tetap membutuhkan kehadiran penonton di stadion. Itu untuk mendukung pendanaan Persib juga," kata Dada yang ikut menyaksikan langsung laga lanjutan Djarum Indonesia Super League 2008 di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu (16/8).
Ia meminta kepada para pendukung Persib untuk berjanji tidak lagi melakukan perbuatan yang merugikan Persib seperti ketika melawan Persija beberapa waktu lalu. Saat itu, terjadi kerusuhan yang merusak beberapa bagian stadion. Akibatnya, Badan Liga Indonesia menjatuhkan larangan bagi Persib untuk bertanding di kandang.
Setelah mengungsi ke Stadion Manahan Solo melawan Persik Kediri awal Agustus lalu, Polda Jabar memberikan izin bagi Persib untuk memainkan parta kandang melawan Persitara Jakarta Utara. Namun, pendukung kedua tim tidak boleh menyaksikan langsung dari stadion. Laga ini dimenangkan oleh Persib 2-0 melalui kaki penyerang Rafael Alves Bastos di menit ke-53 dan 79.
Pemain belakang Persitara, Ebenje Rudolf mengaku timnya sudah bermain bagus. "Sepertinya teman-teman kurang berkonsentrasi. Banyak peluang yang kami ciptakan namun tidak juga menghasilkan gol," katanya.
Ebenje Rudolf menambahkan, kurangnya keriuhan suasana di stadion yang biasanya tercipta dari yel-yel suporter bisa meningkatkan motivasi pemain. "Kalau ada penonton, kami bisa main lebih baik," kata pemain jangkung bernomor punggung 77 ini.
Kapten Persib, Suwita Pata juga mengungkapkan hal serupa. "Enaknya kalau pertandingan itu dihadiri penonton di stadion. Gaungnya berbeda," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang