Andi: Presiden Memang Menunggu Cucunya Lahir

Kompas.com - 16/08/2008, 21:31 WIB

Laporan Wartawan Kompas Suhartono

JAKARTA, SABTU - Menjelang detik-detik Proklamasi 17 Agustus, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memang tengah menunggu-nunggu kelahiran cucu pertama dari pasangan Kapten Inf Agus Harimurti Yudhoyono dengan Annisa Pohan Larasati.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng saat dihubungi Kompas, Sabtu (16/8) malam. "Presiden memang sedang tunggu-tunggu cucu ini, yang tampaknya bisa saja waktunya bertepatan dengan peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI ke-63. Mudah-mudahan semuanya berjalan dengan baik," ujar Andi Mallarangeng.

Saat ditanya mengapa kelahiran cucu pertama Presiden SBY ini ditempuh dengan operasi caesar, Andi menjawab, "Itu semua dokter yang menentukan."

Ketika ditanya lagi, apakah sengaja dilakukan dengan operasi caesar agar bertepatan waktunya dengan peringatan Proklamasi RI, Andi sekali lagi menyatakan, "Semuanya itu keputusan dokter."

Mengenai waktunya, apakah operasi dilakukan tepat pukul 10.00 bersamaan dengan detik-detik proklamasi yang diselenggarakan di halaman Istana Merdeka, Andi sambil tertawa menjawab, "Kita lihat saja bos."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau