MILAN, MINGGU - Gagal mendapatkan Branislav Ivanovic, AC Milan kini memalingkan perburuan kepada defender Barcelona, Rafel Marquez. Pemain nasional Meksiko itu sebenarnya sudah lama menjadi incaran Milan, tapi tak pernah terjadi transaksi. Kali ini, diperkirakan peluang Milan mendapatkannya sangat besar.
Milan memang sangat butuh defender baru, setelah Dario Simic pergi, sementara defender lainnya sudah beranjak tua. Ivanovic sebenarnya diharapkan akan menjawab problem lini belakang I Rossoneri. Namun, pemain Chelsea itu semakin sulit dibeli.
Kemampuan Marquez akan sangat cocok dengan kebutuhan Milan, bahkan dia bisa memberi lebih. Sebab, dia mampu bermain sebagai bek tengah, bek kanan, maupun berperan sebagai gelandang bertahan.
Lagi pula, Marquez termasuk sangat pengalaman dan lama merasakan sepakbola Eropa. Dia pertama kali ke Eropa pada 1999 dengan memperkuat AS Monaco, kemudian pindah ke Barcelona pada 2003.
Pelatih Carlo Ancelotti sudah nyata-nyata mendesak manajemen untuk membeli defender baru. Penampilan buruk Milan akhir-akhir ini, termasuk dihajar Chelsea 0-5, lebih karena lini belakangnya sudah mulai rentan.
"Kami memang sedang membutuhkan defender, terutama yang berposisi di tengah. Marquez merupakan pemain dengan karakter dan pengalaman yang pas dengan kebutuhan Milan. Hanya, saya tak yakin apakah Barcelona akan melepaskannya. Saya juga yakin, Alessandro Nesta dan Kakha Kaladze akan segera sembuh," kata Ancelotti.
Sementara itu, Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani menegaskan, pihaknya akan berusaha mengatasi segala permasalahan tim dengan segera. Bahkan, dia juga berharap negosiasi baru dengan Chelsea soal Ivanovic bisa dibuka kembali. Jika tidak, maka Milan akan mencari defender lain dan Marquez menjadi favorit pemain yang akan dibeli.
Lepas dari itu, Galliani mengatakan kepada suporter Milan, klub itu tetap akan berusaha meraih trofi di musim ini. Scudetto menjadi target yang dinomorsatukan.
"Anda mau bertanya apakah kami akan menyerah dalam mengejar scudetto dan lebih konsentrasi di Piala UEFA? Tentu saja tidak. Peluang untuk juara tetap besar. Apalagi, Inter pasti akan lebih terkonsentrasi di Liga Champions," katanya. (CH4)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang