Musharraf Diberi Waktu 2 Hari untuk Mundur

Kompas.com - 17/08/2008, 09:52 WIB

ISLAMABAD, MINGGU - Presiden Pakistan Pervez Musharraf diberi waktu dua hari untuk mundur, kalau tidak ia akan diseret ke sidang pemakzulan, Minggu (17/8).

Para sekutu Musharraf mengatakan presiden tidak akan mundur dan akan menghadapi tuduhan dalam pemakzulan itu. Namun tekanan semakin bertambah ketika partai berkuasa menyiapkan daftar tuduhan untuk mendukung pemakzulan itu.

"Waktu untuk Musharraf sudah habis. Jika ia tidak mundur dalam dua hari ke depan, proses pemakzulan akan dimulai," kata Menter Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi.

Qureshi adalah anggota Partai Rakyat Pakistan, kelompok dominan dalam pemerintahan koalisi yang mengumumkan niatnya memakzulkan Musharraf pekan lalu. Presiden bisa dimakzulkan lantaran melanggar konstitusi atau melakukan kesalahan besar. Menurut pemerintahan koalisi, alasan yang bisa digunakan adalah pemecatan sejumlah hakim dan penetapan keadaan darurat tahun lalu.

Koalisi menyatakan telah merampungkan rancangan tuduhan dalam pemakzulan dan tinggal menunggu pengesahan dari para pemimpin partai. Namun begitu, ada upaya di balik layar antara kelompok pro dan kontra Musharraf untuk menghindarkan pemakzulan yang diyakini akan semakin menggoyang stabilitas Pakistan yang sebenarnya sudah rentan.

Para pendukung Musharraf menginginkan perlindungan bila ia mundur. Sebaliknya mereka mengisyaratkan akan menggunakan jalur hukum melawan pemakzulan. Bahkan Tariq Azim, pejabat partai pro-Musharraf mengatakan mantan jenderal itu tidak akan mundur.

"Presiden Musharraf yakin bisa membela diri di parlemen dan mengalahkan tuduhan pemakzulan itu dengan mudah, karena yang dia lakukan adalah untuk kepentingan negara," kata Azim.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau