Ekonomi Singapura Kuat karena Orang Asing

Kompas.com - 18/08/2008, 01:50 WIB

SINGAPURA, SENIN - Perdana Menteri, Lee Hsien Loong, Minggu (17/8), menyatakan  orang asing membuat perekonomian Singapura bertambah kuat. Hal itu disampaikan Lee ditengah kekhawatiran penduduk lokal bahwa mereka akan tertinggal dari para pendatang baru.

Dengan jumlah penduduk yang kecil, Singapura tidak cukup menyandarkan diri pada sumber daya manusianya, kata Lee dalam pidato kebijakan tahunannya yang disiarkan TV. "Kita mengijinkan pekerja asing dan imigran baru karena hal itu memberi keuntungan bagi Singapura," kata Lee dalam bahasa Mandarin.

Menurutnya, ekonomi Singapura menjadi lebih bersemangat dan terdiversifikasi karena pekerja asing". Tanpa partisipasi mereka, pekerja Singapura tidak akan cukup untuk menumbuhkan perekonomian," tegasnya.

Dikatakan Lee, selain ekonomi, kontribusi warga asing juga memperkuat ranking Singapura di bidang olah raga. "Imigran asing memberi kontribusi pada peningkatan di bidang olah raga, dengan tim tenis meja wanita yang diperkuat atlet kelahiran China, yang menjamin Singapura akan memenangkan setidaknya medali perak di olimpiade Beijing dengan mencapai final," kata Lee. 

Singapura hanya memiliki jumlah penduduk 4,59 juta jiwa pada 2007, termasuk lebih dari sejuta pekerja asing dan keluarga mereka.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau