JAKARTA, SENIN - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu optimistis target pertumbuhan ekspor pada tahun ini sebesar 12 persen akan tercapai meski pada semester dua ini akan mengalami penurunan. "Kita harapkan bisa mencapai target pertumbuhan sebesar 12 persen, karena sampai Juni ekspor migas mencapai 30 persen dan non migas mencapai 23 persen," kata Mari di Jakarta, Minggu (17/8).
Target itu, lanjutnya, bisa tercapai meski pada semester dua ini, pertumbuhan ekspor diperkirakan akan melambat akibat turunnya harga sejumlah komoditas seperti CPO. "Kalaupun ada penurunan di semester dua, saya perkirakan tetap akan meningkat karena ada tambahan dari ekspor yang tidak terkait penurunan harga komoditas seperti otomotif, alas kaki dan tekstil," katanya.
Mari menambahkan, meski akan mengalami pelambatan, pertumbuhan ekspor pada semester dua tetap akan berkisar 12-15 persen.
Mengenai dampak penurunan harga CPO dunia terhadap ekspor CPO Indonesia, Mari mengatakan harga CPO dunia belum bisa dinilai anjlok karena harga CPO saat ini masih lebih tinggi dibanding tahun lalu. "Harga CPO bergerak sesuai harga minyak dunia. Meski turun, tetapi tetap lebih tinggi dibanding tahun lalu, dan melonjaknya harga CPO pada April dan Mei tahun ini sangat tinggi sehingga kalaupun sekarang turun belum bisa dibilang anjlok," katanya.
Dikatakan Mari, tingkat permintaan ekspor CPO dari China dan India masih besar sehingga pertumbuhan ekspor CPO Indonesia akan tetap besar. "Kalaupun ada renegosiasi harga CPO dari China karena penurunan harga, itu hal yang biasa dalam bisnis," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang