Ryan Minta Kiriman Nasi Padang

Kompas.com - 19/08/2008, 10:45 WIB

JAKARTA - Tersangka pembunuhan berantai Very Idham Henyansyah alias Ryan (30) dibesuk keluarganya, Senin (18/8). Ryan, yang ditahan di Ruang Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya, dibesuk kedua orangtuanya, Ahmad Sadikun dan Kasiyatun, serta kakak tirinya, Mulyo Wasis.

Kepada wartawan, Mulyo Wasis membenarkan kunjungan mereka ke Polda Metro Jaya untuk membesuk Ryan. "Ya, kami tadi membesuk Ryan, dia kondisinya sehat," ujar Mulyo Wasis.

Saat ditanya kapan mereka membesuk Ryan, Wasis enggan menjawab. "Tadi kami sudah besuk Ryan. Dia minta dibawakan nasi padang," katanya.

Wasis juga menolak menjawab saat ditanya tempat dia tinggal selama di Jakarta. Di menjelaskan, kedatangan mereka ke Jakarta setelah mereka mendengar kalau Ryan mengalami sakit dan sempat dibawa ke rumah sakit.

"Ternyata kondisi adik saya sudah baikan," ujarnya. Begitu bertemu kedua orangtuanya, Ryan langsung memeluk mereka.

Seperti diberitakan, Ryan dilarikan ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (13/8) petang sekitar pukul 17.00 karena sakit. Ryan yang ditahan di blok B9 ruang tahanan Narkoba Polda Metro Jaya tiba-tiba jatuh pingsan. Dikawal sejumlah penyidik Satuan Jatanras Polda Metro Jaya, pembantai 11 nyawa manusia itu kemudian dilarikan ke RS Polri Kramatjati Polri.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum pingsan kondisi fisik Ryan memang terlihat lemah. Tidak diketahui penyebab sakitnya Ryan hingga menyebabkan dia pingsan. Setelah dirawat selama satu malam, Kamis (14/8) petang Ryan kembali dijebloskan ke sel tahanan. (wid)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau