JAKARTA, SELASA - Untuk mengurangi buble economy akibat banyaknya dana luar negeri yang masuk ke Indonesia,pemerintah disarankan untuk memindahkan sebagian pinjamannya dari luar negeri ke pinjaman bank lokal. Hal tersebut diungkapkan oleh ekonom Institute for Development of Economics and Finance Indonesia (INDEF) Aviliani, dalam acara seminar kenaikan suku bunga ditengah ekses likuiditas, di hotel Bumikarsa Bidakara, Jakarta, Selasa (19/8). "Jika mengalihkan sebagian sumber pendanaan, pasti bisa mencegah pecahnya balon," kata Aviliani.
Selama lima tahun terakhir masa jabatan kabinet Indonesia Bersatu, menurut Aviliani hutang luar negeri meningkat dari Rp 82 miliar menjadi Rp 87 miliar. Sedangkan kepemilikan asing di Indonesia saat ini mencapai 70-80 persen.
"Kemarin terjadi over likuiditas sehingga mekanisme pinjaman ke bank pemerintah atau bank-bank lain di dalam negeri bagus untuk mengurangi capital inflow yang terlalu tinggi," kata Aviliani.
Aviliani menilai capital inflow yang terlalu tinggi akan sangat berbahaya. Pasalnya, bulan Agustus 2009 mendatang perekonomian AS diperkirakan akan membaik. Meskipun pinjaman dari bank lokal lebih mahal dengan suku bunga tinggi daripada hutang luar negeri, namun secara keseluruhan dinilai efektif untuk pembiayaan pemerintah jangka pendek pemerintah. "Kalau hutang luar negeri resource kita akan berkurang untuk bayar bunga," kata Aviliani.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang