JAKARTA, SELASA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) meluncurkan program Petualangan Pompi, bentuk penyuluhan moderen yang dikemas secara aktif, inovatif dan kreatif untuk mensosialisasikan lima kunci keamanan pangan dan bahan berbahaya yang dilarang dalam pangan ke anak-anak yang masih belia. Hal ini dilakukan agar anak-anak lebih hati-hati dalam memilih makanan, termasuk jajanan sekolah.
Menurut Direktur Surveilans dan Penyuluhan Keamanan Pangan Badan POM Aziza Nuraini, dalam jumpa pers, Selasa (19/8), di Tea Addict Lounge, Jakarta Selatan, kampanye keamanan pangan adalah salah satu bentuk strategi Badan POM agar masyarakat mengingat pesan-pesan keamanan pangan yang disampaikan. Kampanye ini memiliki pesan utama Amankan Pangan dan Bebaskan Produk dari Bahan Berbahaya .
Agar target sasaran mudah tergugah, termotivasi, terkesan dan selalu mengingat pesan-pesan keamanan pangan yang disampaikan, maka diperlukan maskot dalam kampanye itu. Maka dipilihlah Pompi sebagai maskot keamanan pangan. "Karakter Pompi digunakan di seluruh kegiatan dengan harapan dapat menghidupkan karakter Pompi, sehingga tidak hanya berhenti sebagai ikon, namun bisa jadi standar perilaku bagi target sasaran masyarakat, terutama pelajar," ujarnya.
Kegiatan Pompi merupakan satu bentuk penyuluhan moderen yang dikemas secara atraktif, inovatif dan kreatif untuk mensosialisasikan lima kunci keamanan pangan yaitu jagalah kebersihan, pisahkan pangan mentah dari pangan matang, masakl ah yang benar, jagalah pangan pada suhu aman, serta gunakanlah air dan bahan baku yang aman. Kegiatan itu juga untuk mensosialisasikan bahan berbahaya yang dilarang dalam pangan.
Selain itu, kegiatan Petualangan Pompi difokuskan pada acara-acara bersifat interaksi langsung kepada para siswa sekolah dasar. Beberapa kegiatan pokoknya antara lain, panggung boneka Pompi dan lokakarya panggung boneka, koki cilik, pustaka Pompi, dan klub Pompi. Pada tahap awal, kegiatan itu akan digelar di 27 sekolah dasar di tiga kota yaitu Jakarta, Semarang dan Surabaya.
Badan POM juga bermitra dengan lembaga TriwargaGolf Goes To School dan Indonesia Junior Golf Community yang akan menyelenggarakan program edukasi untuk mengenalkan permainan golf secara dini kepada siswa SD. Tujuannya, untuk membangun kesadaran para siswa untuk selalu berprestasi dengan menjaga mutu konsumsi pangan serta menjaga kesehatan fisik dengan melaksanakan olahraga yang bersih dan sehat.
Kegiatan Petualangan Pompi diharapkan dapat menumbuhkan sikap sadar keamanan pangan sejak dini serta memberi efek meluas ke banyak bidang dan anak dapat jadi motivator untuk lingkungan sekitarnya, kata pelaksana proyek Petualangan Pompi , Imam Rachmadi menambahkan. Mengingat respons yang bagus dari pihak sekolah yang didatangi tim Petualangan Tompi , kegiatan itu rencananya akan terus dikembangkan ke sejumlah kota di Tanah Air.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang