Laporan Wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary
JAKARTA, SELASA - Setelah PKB kubu Gus Dur menyerahkan berkas calegnya yang berjumlah 344 orang pada pukul 22.30, Selasa (19/8), PKB kubu Muhaimin menyusul setengah jam kemudian.
Bedanya, jika PKB Gus Dur membawa berkas-berkas dengan menggunakan satu mobil khusus, PKB Muhaimin tampaknya tak mau kedatangannya mencolok.
Salah satu Ketua DPP PKB Marwan Djafar hanya membawa berkas dengan sebuah tas ransel. Marwan datang bersama Wasekjen PKB Muhaimin, Jazi Fawaid.
Penerimaan berkas pun tak dilakukan di meja yang diperuntukkan bagi PKB. Sebab, PKB Gus Dur belum selesai melakukan pemberkasan calegnya. "Kami mendaftarkan 495 orang caleg, dengan kuota caleg perempuan 37 persen," kata Marwan kepada wartawan.
Ketika memasuki ruang sidang utama KPU, tempat parpol menyerahkan berkas-berkasnya, wajah Marwan terlihat panik. Ketika menuju meja pemberkasan PKB, ia langsung mengambil langkah mundur saat melihat Annisah masih berada disitu dikawal dua orang pria berompi "Garda Bangsa".
Ia pun mondar-mandir. Hingga akhirnya, anggota KPU Andi Nurpati menerima berkasnya di meja 'darurat'. Kenapa tak di meja PKB? Andi Nurpati berkilah, "Ah, ini karena pertimbangan waktu saja, udah mepet."
Hingga berita ini diturunkan, PKB kedua kubu masih melakukan proses pemberkasan. Anggota KPU Andi Nurpati sendiri saat ditanya alasan pihaknya juga menerima berkas PKB Gus Dur mengatakan, bahwa keputusan diterima atau tidaknya akan diputuskan pada 26 September mendatang.
Selama ini, KPU berpegangan pada putusan kasasi MA dan keputusan Depkumham yang memutuskan PKB kembali ke hasil Muktamar Semarang. Namun, sikap KPU terbentur pada aturan internal partai yang mengharuskan caleg harus mendapat persetujuan dari Ketua Umum Dewan Syuro dan Ketua Umum Dewan Tanfidz.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang