PKB Muhaimin Bawa Berkas Caleg dengan Tas Ransel

Kompas.com - 19/08/2008, 23:40 WIB

Laporan Wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, SELASA - Setelah PKB kubu Gus Dur menyerahkan berkas calegnya yang berjumlah 344 orang pada pukul 22.30, Selasa (19/8), PKB kubu Muhaimin menyusul setengah jam kemudian.

Bedanya, jika PKB Gus Dur membawa berkas-berkas dengan menggunakan satu mobil khusus, PKB Muhaimin tampaknya tak mau kedatangannya mencolok.

Salah satu Ketua DPP PKB Marwan Djafar hanya membawa berkas dengan sebuah tas ransel. Marwan datang bersama Wasekjen PKB Muhaimin, Jazi Fawaid.

Penerimaan berkas pun tak dilakukan di meja yang diperuntukkan bagi PKB. Sebab, PKB Gus Dur belum selesai melakukan pemberkasan calegnya. "Kami mendaftarkan 495 orang caleg, dengan kuota caleg perempuan 37 persen," kata Marwan kepada wartawan.

Ketika memasuki ruang sidang utama KPU, tempat parpol menyerahkan berkas-berkasnya, wajah Marwan terlihat panik. Ketika menuju meja pemberkasan PKB, ia langsung mengambil langkah mundur saat melihat Annisah masih berada disitu dikawal dua orang pria berompi "Garda Bangsa".

Ia pun mondar-mandir. Hingga akhirnya, anggota KPU Andi Nurpati menerima berkasnya di meja 'darurat'. Kenapa tak di meja PKB? Andi Nurpati berkilah, "Ah, ini karena pertimbangan waktu saja, udah mepet."

Hingga berita ini diturunkan, PKB kedua kubu masih melakukan proses pemberkasan. Anggota KPU Andi Nurpati sendiri saat ditanya alasan pihaknya juga menerima berkas PKB Gus Dur mengatakan, bahwa keputusan diterima atau tidaknya akan diputuskan pada 26 September mendatang.

Selama ini, KPU berpegangan pada putusan kasasi MA dan keputusan Depkumham yang memutuskan PKB kembali ke hasil Muktamar Semarang. Namun, sikap KPU terbentur pada aturan internal partai yang mengharuskan caleg harus mendapat persetujuan dari Ketua Umum Dewan Syuro dan Ketua Umum Dewan Tanfidz.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau