NEW YORK, RABU - Nilai dolar AS menurun terhadap nilai euro dalam 2 hari terakhir sebagai reaksi negatif pasar terhadap laporan pemerintah AS bahwa inflasi wholesale mengalami lonjakan pada bulan Juli lalu. Sementara kontrak pengiriman minyak mentah melonjak hampir 3 dolar AS per barrel sehingga melewati 115 dolar AS per barrel dan pada saat yang sama indeks Dow Jones industrial merosot lebih dari 100 poin.
Nilai euro untuk pertama kalinya dalam 6 bulan terakhir pada 8 Agustus lalu merosot hingga 1,50 dolar AS. Itu terjadi setelah Bank Sentral Eropa membenamkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kembali dinaikkannya tingkat suku bunga di tengah kekhawatiran akan lesunya ekonomi Eropa.
Memasuki transaksi sore hari di bursa keuangan New York, Euro menguat pada 1,4768 per dolar AS dibandingkan 1,4697 per dolar AS dalam penutupan transaksi Senin (18/8). Sementara nilai poundsterling Inggris melonjak menjadi 1,8657 per dolar AS dari 1,8643 per dolar AS dan yen Jepang juga menguat dari 109,76 per dolar AS menjadi 110,17 per dolar AS.
Investasi dalam komoditas minyak telah dijadikan sebagai penyangga kemerosotan nilai dolar AS. Kemerosotan harga minyak sepekan terakhir telah mendongkrak dolar AS sebagai investasi menggiurkan. Namun, kemerosotan nilai dolar AS saat ini terjadi berkaitan dengan lonjakan harga minyak dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang