JAKARTA, RABU - Menguatnya kembali harga minyak mentah, menjadi bensin bagi Bursa Efek Indonesia atau BEI, setelah akhir-akhir ini terus menderita di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Rabu (20/8) pagi dibuka naik 16,320 poin (0,80 persen) ke posisi 2.058,818.
Saham-saham sektor pertambangan dan sektor perkebunan memimpin penguatan indeks seiring naiknya harga minyak mentah dunia.
Sementara indeks Kompas100 bertambah 4,820 poin (0,97 persen) pada 502,572. Demikian juga indeks LQ45 meningkat 4,777 poin (1,14 persen) menjadi 423,936. Serta Jakarta Islamic Index (JII) menguat 5,300 poin (1,63 persen) ke posisi 331,402.
Selasa (19/8) kemarin, IHSG kembali anjlok 2,05 persen menyentuh kembali level terendah 2008. "Aksi jual terjadi tidak hanya pada saham berbasis komoditas, akan tetapi juga sektor lain seperti perbankan dan consumer goods," sebut analis riset Panin Sekuritas Purwoko Sartono.
Kemarin, bursa yang rontok tidak hanya IHSG, namun juga terjadi di bursa regional lain di Asia dan Eropa. "Sebagai respon akan melemahnya perekonomian, seperti yang terjadi di Eropa," tambahnya.
Hari ini, menurut Purwoko, secara teknikal, IHSG terlihat bergerak menuju level 1.963 (gap) dalam jangka pendek. "Peluang rebound terbuka, akan tetapi kami melihat IHSG masih akan berada dalam downtrend untuk beberapa waktu mendatang," jelasnya.