JAKARTA, RABU - Hasil audit independen yang dilakukan LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial) menunjukkan sekitar 90 persen calon pemilih tidak mengetahui waktu pengecekan Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang bisa mengakibatkan mereka tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan kehilangan hak suara. Akibat lainnya adalah partai politik juga dikuatirkan akan kehilangan pendukung terkait fakta tersebut.
Demikian dikatakan Kepala Divisi Penelitian LP3ES Fajar Nursaid seusai memaparkan Presentasi Audit Daftar Pemilih 2008 di Hotel Nikko, Jakarta, Rabu (20/8). "KPU kurang melakukan sosialisasi terhadap masyarakat mengenai jadwal waktu pengecekan DPS. Sistem yang baru ini kurang diketahui masyarakat, ini yang perlu diatasi," katanya pada Kompas.com.
Rendahnya tingkat masyarakat untuk memeriksa daftar pemilih yang berakibat pada berkurangnya dukungan bagi parpol juga dibenarkan Direktur Cetro Hadar N Gumay yang turut hadir dalam acara tersebut."Kita kan berpindah dari sistem yang pasif ke aktif, pada sistem sekarang ini masyarakat harus aktif untuk datang mengecek ke DPS, tapi masyarakat banyak yang tidak tahu karena sosialisasi minim," tutur Hadar.
Ia juga menyatakan partai politik harus aktif merapikan daftar pemilih, untuk memastikan pendukungnya atau siapapun yang penting bagi parpol terdaftar. "Mengenai sosialisasi lebih lanjut itu malah menurut saya agak kurang pinter partai melakukannya. Kita pindah dari coblos ke check list, eh kok malah diajari 'coblos saya saja', ini kan salah kaprah," jelasnya.
Hadar menegaskan yang penting saat ini bagi parpol memastikan pendukungnya terdaftar, karena bila calon pemilih tak terdaftar maka dia tidak bisa mencoblos."Dalam hal ini parpol lakukan kesalahan sosialisasi, seharusnya menjaring sebanyak-banyaknya calon pemilih terdaftar dulu, baru sosialisasi lain. Selain itu, parpol juga tak sosialisasikan tata cara pemungutan suara yang benar, ini yang harus diperbaiki ke depan bagi parpol," tukasnya. (MYS)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang