LP3ES: Parpol Terancam Kehilangan Pendukung

Kompas.com - 20/08/2008, 15:06 WIB

JAKARTA, RABU - Hasil audit independen yang dilakukan LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial) menunjukkan sekitar 90 persen calon pemilih tidak mengetahui waktu pengecekan Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang bisa mengakibatkan mereka tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan kehilangan hak suara. Akibat lainnya adalah partai politik juga dikuatirkan akan kehilangan pendukung terkait fakta tersebut.

Demikian dikatakan Kepala Divisi Penelitian LP3ES Fajar Nursaid seusai memaparkan Presentasi Audit Daftar Pemilih 2008 di Hotel Nikko, Jakarta, Rabu (20/8). "KPU kurang melakukan sosialisasi terhadap masyarakat mengenai jadwal waktu pengecekan DPS. Sistem yang baru ini kurang diketahui masyarakat, ini yang perlu diatasi," katanya pada Kompas.com.

Rendahnya tingkat masyarakat untuk memeriksa daftar pemilih yang berakibat pada berkurangnya dukungan bagi parpol juga dibenarkan Direktur Cetro Hadar N Gumay yang turut hadir dalam acara tersebut."Kita kan berpindah dari sistem yang pasif ke aktif, pada sistem sekarang ini masyarakat harus aktif untuk datang mengecek ke DPS, tapi masyarakat banyak yang tidak tahu karena sosialisasi minim," tutur Hadar.

Ia juga menyatakan partai politik harus aktif merapikan daftar pemilih, untuk memastikan pendukungnya atau siapapun yang penting bagi parpol terdaftar. "Mengenai sosialisasi lebih lanjut itu malah menurut saya agak kurang pinter partai melakukannya. Kita pindah dari coblos ke check list, eh kok malah diajari 'coblos saya saja', ini kan salah kaprah," jelasnya.

Hadar menegaskan yang penting saat ini bagi parpol memastikan pendukungnya terdaftar, karena bila calon pemilih tak terdaftar maka dia tidak bisa mencoblos."Dalam hal ini parpol lakukan kesalahan sosialisasi, seharusnya menjaring sebanyak-banyaknya calon pemilih terdaftar dulu, baru sosialisasi lain. Selain itu, parpol juga tak sosialisasikan tata cara pemungutan suara yang benar, ini yang harus diperbaiki ke depan bagi parpol," tukasnya. (MYS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau