Presiden SBY Bergadang Berhari-hari

Kompas.com - 21/08/2008, 12:03 WIB

Laporan wartawan Kompas Wisnu Nugroho

JAKARTA, KAMIS — Hari-hari di sekitar peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia adalah hari-hari yang melelahkan bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Serangkaian acara seremonial dan resmi harus dihadiri dengan penuh persiapan dan konsentrasi. Untuk serangkaian acara itu, Presiden Yudhoyono yang dikenal sebagai pribadi yang perfeksionis harus rela bergadang dan mengurangi waktu tidurnya.

Salah satunya adalah untuk rangkaian pembacaan pidato kenegaraan di depan anggota DPR dan anggota DPD. "Di sini jadi posko kami mempersiapkan pidato dalam malam-malam terakhir. Sampai jam berapa kita semalam Pak Sudi? Jam 02.00 ya?" papar Presiden di sebuah ruangan Lantai 6 Wisma Negara, Jakarta, Kamis (21/8).

Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi yang ditanya mengamini. Sudi berdiri didampingi Menteri Sekretris Negara Hatta Rajasa dan dua juru bicara Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. Pembicaraan santai dilakukan sesaat sebelum Presiden menerima Pengurus Besar Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Pidato kenegaraan memang perlu persiapan panjang. Selain memastikan isi dan data capaian yang akan disampaikan, persiapan dilakukan untuk pembacaan teks pidato berpuluh-puluh lembar. Presiden ingin tampil sempurna mengingat semua kamera televisi menyorot dan menyiarkannya.

Kamis siang ini, Presiden dan sejumlah pembantunya melanjutkan persiapannya membaca pidato kenegaraan di depan DPD. Pidato akan dilakukan Jumat pagi besok. Meskipun melelahkan, rangkaian kegiatan menjelang dan setelah HUT RI ke-63 terasa lebih ringan karena kehadiran putri Kapten Agus Harimurti dan Annisa Pohan. Terlebih cucunya yang diberi nama Almira Tunggadewi Yudhoyono kini tinggal di Istana Negara yang menjadi tempat tinggal keluarga Presiden. (INU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau