Laporan wartawan Kompas Wisnu Nugroho
JAKARTA, KAMIS — Hari-hari di sekitar peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia adalah hari-hari yang melelahkan bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Serangkaian acara seremonial dan resmi harus dihadiri dengan penuh persiapan dan konsentrasi. Untuk serangkaian acara itu, Presiden Yudhoyono yang dikenal sebagai pribadi yang perfeksionis harus rela bergadang dan mengurangi waktu tidurnya.
Salah satunya adalah untuk rangkaian pembacaan pidato kenegaraan di depan anggota DPR dan anggota DPD. "Di sini jadi posko kami mempersiapkan pidato dalam malam-malam terakhir. Sampai jam berapa kita semalam Pak Sudi? Jam 02.00 ya?" papar Presiden di sebuah ruangan Lantai 6 Wisma Negara, Jakarta, Kamis (21/8).
Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi yang ditanya mengamini. Sudi berdiri didampingi Menteri Sekretris Negara Hatta Rajasa dan dua juru bicara Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. Pembicaraan santai dilakukan sesaat sebelum Presiden menerima Pengurus Besar Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).
Pidato kenegaraan memang perlu persiapan panjang. Selain memastikan isi dan data capaian yang akan disampaikan, persiapan dilakukan untuk pembacaan teks pidato berpuluh-puluh lembar. Presiden ingin tampil sempurna mengingat semua kamera televisi menyorot dan menyiarkannya.
Kamis siang ini, Presiden dan sejumlah pembantunya melanjutkan persiapannya membaca pidato kenegaraan di depan DPD. Pidato akan dilakukan Jumat pagi besok. Meskipun melelahkan, rangkaian kegiatan menjelang dan setelah HUT RI ke-63 terasa lebih ringan karena kehadiran putri Kapten Agus Harimurti dan Annisa Pohan. Terlebih cucunya yang diberi nama Almira Tunggadewi Yudhoyono kini tinggal di Istana Negara yang menjadi tempat tinggal keluarga Presiden. (INU)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang