KPU Imbau Rekening Kampanye di Satu Bank

Kompas.com - 21/08/2008, 14:56 WIB

SURABAYA, KAMIS  - KPU mengimbau partai-partai membuat rekening dana kampanye di satu bank saja. Hal itu akan memudahkan audit dana kampanye. Anggota KPU Abdul Aziz mengatakan, auditor akan sulit melacak dana jika disimpan di terlalu banyak rekening. Akibatnya, auditor bisa menyatakan dana kampanye tidak wajar atau bisa juga tidak berpendapat. "Kami sarankan rekening dana kampanye di satu bank saja," ujarnya di Surabaya, Kamis (21/8).

Dengan pembukaan rekening di satu bank, arus keluar masuk dana akan bisa dilacak. Berdasarkan pelacakan itu auditor bisa mengaudit laporan dana kampanye partai. "Hasil audit menentukan apakah peserta pemilu lolos atau didiskualifikasi. Kalau laporan dana kampanye dinilai tidak wajar atau ada unsur bertentangan dengan undang-undang, maka peserta didiskualifikasi" ujarnya.

KPU juga mewajibkan partai melaporkan saldo awal rekening dana kampanye. Semua pemasukan dan pengeluaran harus dicatat dan ada buktinya. "Sumbangan dalam bentuk barang harus dikonversi ke nilai uang. Semua penyumbang wajib tercatat nama dan alamatnya secara jelas. Tidak boleh ada penyumbang tercatat sebagai hamba Allah yang berbahagia," ujarnya.

Untuk definisi kampanye, KPU menetapkan kegiatan bisa disebut kampanye jika diselenggarakan di masa kampanye. Adapun masa kampanye sesuai dengan keputusan KPU no 20 tahun 2008 ditetapkan mulai 2 Januari hingga 1 April 2009.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau